Dedi Mulyadi Dukung Penguatan Pengawasan PIP untuk Perluas Akses Pendidikan Gratis
TVMU.TV - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mendukung penguatan pengawasan Program Indonesia Pintar (PIP) melalui sinergi antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Menurutnya, penguatan tata kelola program bantuan pendidikan tersebut dapat membantu pemerintah daerah memperluas akses pendidikan gratis bagi masyarakat menengah ke bawah.
Pernyataan itu disampaikan Dedi di Bandung, Jawa Barat, dalam rangkaian peluncuran platform JagaIndonesiaPintar.id pada Selasa (6/5/2026). Platform tersebut diluncurkan sebagai kanal pengawasan publik untuk memastikan penyaluran dana PIP berjalan tepat sasaran, transparan, dan terhindar dari penyalahgunaan.
Dedi mengatakan Program Indonesia Pintar selama ini telah berkontribusi membantu pembiayaan pendidikan bagi keluarga kurang mampu di Jawa Barat. Hingga kini, sekitar 175 ribu siswa di provinsi tersebut tercatat telah menerima manfaat program tersebut.
Menurutnya, keberadaan PIP menjadi instrumen penting untuk mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang tengah mendorong pendidikan gratis bagi masyarakat menengah ke bawah. Pemerintah daerah, kata dia, ingin memastikan seluruh anak di Jawa Barat tetap dapat mengakses pendidikan tanpa terhambat kondisi ekonomi keluarga.
Dalam pelaksanaannya, bantuan pendidikan saat ini disalurkan langsung ke rekening siswa penerima manfaat. Skema tersebut dinilai dapat meningkatkan transparansi sekaligus meminimalkan potensi penyalahgunaan dana bantuan.
Dedi juga menilai kehadiran platform JagaIndonesiaPintar.id yang terintegrasi dengan Kejaksaan Agung dapat memperkuat partisipasi masyarakat dalam pengawasan penyaluran dana PIP.
Melalui platform tersebut, masyarakat, khususnya siswa dan orang tua penerima manfaat, diharapkan berani melaporkan dugaan penyimpangan, seperti pemotongan dana bantuan, penahanan kartu ATM, maupun kendala lain yang ditemukan di lapangan.
Ia meyakini sistem pengawasan berbasis digital tersebut dapat memperkuat akuntabilitas penyaluran bantuan pendidikan sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam menyampaikan laporan.
Untuk diketahui, program Indonesia Pintar merupakan bantuan pendidikan dari pemerintah pusat yang ditujukan untuk peserta didik dari keluarga kurang mampu agar tetap memperoleh akses pendidikan dasar dan menengah. Dengan penguatan pengawasan ini, pemerintah berharap dana bantuan dapat diterima secara utuh oleh siswa yang berhak serta mendukung upaya pemerataan pendidikan di daerah.