Fakultas Pertanian UM Palembang Perkuat Kolaborasi Internasional dengan Kampus Terkemuka Malaysia
TVMU.TV - Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah (UM) Palembang memperkuat jejaring akademik global melalui kunjungan dan penjajakan kerja sama konkret dengan Fakultas Pertanian Universiti Putra Malaysia (UPM).
Rombongan yang dipimpin Dekan Fakultas Pertanian UM Palembang, Dr. Helmizuryani, diterima oleh Ketua Program Studi Akuakultur UPM, Prof. Dr. Natrah Fatin Binti Mohd Ikhsan, Senin (26/1/2026).
Kunjungan ini menjadi tindak lanjut komitmen bersama untuk mengimplementasikan program nyata dalam bidang tridarma perguruan tinggi. Kedua pihak sepakat memulai kolaborasi dengan menyelenggarakan webinar internasional pada pertengahan April 2026, yang akan melibatkan dosen dan mahasiswa dari kedua universitas.
Kerja sama yang dirancang meliputi beberapa program strategis. Pertama, collaborative teaching yang memungkinkan dosen dari kedua institusi terlibat dalam pengajaran bersama, baik daring maupun tatap muka, untuk memperkaya perspektif akademik mahasiswa.
Kedua, peluang studi lanjut bagi dosen Fakultas Pertanian UM Palembang di UPM guna meningkatkan kualifikasi dan kompetensi riset. Ketiga, kolaborasi riset bersama yang berfokus pada isu strategis seperti akuakultur berkelanjutan, adaptasi pertanian terhadap perubahan iklim, dan ketahanan pangan, dengan target publikasi di jurnal internasional bereputasi.
Keempat, program community service atau pengabdian masyarakat secara daring dan timbal balik untuk saling bertukar praktik baik dalam pemberdayaan masyarakat berbasis pertanian dan perikanan.
Dekan Fakultas Pertanian UM Palembang, Dr. Helmizuryani, menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah bagian penting dari strategi internasionalisasi fakultas. Menurutnya, keterlibatan aktif dalam jejaring global merupakan kunci untuk meningkatkan daya saing lulusan dan memperkuat posisi institusi di kancah regional dan internasional.
UPM menyambut positif kerja sama ini sebagai sinergi akademik yang saling menguntungkan. Kunjungan ini menandai babak baru kemitraan yang berorientasi pada aksi nyata dan dampak berkelanjutan, melampaui sekadar nota kesepahaman.