FIP UMJ Gelar Seminar Nasional Pendidikan Era AI
TVMU.TV - Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta (FIP UMJ) meningkatkan literasi dan kompetensi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melalui Seminar Nasional bertema Pendidikan di Era AI: Strategi Guru PAUD dalam Pembelajaran Holistik-Inklusif Berlandaskan Nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan.
Kegiatan ini digelar secara hybrid, yakni daring melalui Zoom dan luring di Auditorium FIP UMJ, pada Rabu (4/2/2026).
Seminar tersebut sekaligus menjadi momentum Launching Program Studi Magister PAUD FIP UMJ, sebagai bentuk komitmen kampus dalam memperkuat kontribusi terhadap pengembangan pendidikan anak usia dini di Indonesia, terutama dalam menghadapi tantangan era digital dan kecerdasan buatan (AI).
Rangkaian kegiatan turut diisi dengan penandatanganan kerja sama antara FIP UMJ dan Pimpinan Pusat Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (PP IGABA). Acara juga dimeriahkan penampilan seni, mulai dari tarian siswa TK hingga pertunjukan angklung dari siswa SD Labschool FIP UMJ.
Dekan FIP UMJ Dr. Imam Mujtaba, M.Pd. menegaskan bahwa guru PAUD, mulai dari day care hingga taman kanak-kanak, dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
Ia menyampaikan bahwa izin pembukaan Program Studi Magister PAUD yang diperoleh pada akhir 2025 menjadi berkah sekaligus peluang besar bagi UMJ untuk memperluas peran strategisnya di bidang pendidikan anak usia dini.
“Ke depan, FIP UMJ juga menargetkan lahirnya dua profesor serta pembukaan Program Studi S3 PAUD,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rektor III UMJ Prof. Dr. Tria Astika Endah Permatasari, SKM., MKM. mengatakan bahwa UMJ tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada dampak nyata serta reputasi global. Menurutnya, peluncuran Magister PAUD sejalan dengan visi UMJ menuju perguruan tinggi bereputasi global.
“Program ini diharapkan tidak hanya mencetak pendidik yang cerdas secara intelektual, tetapi juga mampu menjadi teladan dan membawa kebermanfaatan bagi masyarakat,” ujarnya.
Tria menambahkan, UMJ juga sedang menyiapkan dosen-dosennya untuk meraih jabatan guru besar. Ia menargetkan dalam dua tahun ke depan akan lahir lebih banyak profesor yang menjadi penguat dalam rencana pembukaan Program Studi Doktor (S3) PAUD.
Seminar nasional ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Dr. Oki Setiana Dewi, M.Pd. dan Guru Besar FIP UMJ Prof. Dr. Diah Andika Sari, M.Pd. Dalam pemaparannya, Oki mengungkapkan bahwa dunia anak-anak menjadi ruang healing baginya.
“Ketika berada bersama anak-anak, berbagai persoalan terasa sirna dan tergantikan oleh kebahagiaan,” ujar Oki yang juga merupakan dosen Program Doktor Manajemen Pendidikan Islam Sekolah Pascasarjana UMJ.
Oki menekankan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan, khususnya dalam pengembangan kurikulum dan manajemen pendidikan. Menurutnya, ilmu yang diperoleh saat menempuh pendidikan PAUD menjadi bekal dalam membangun pesantren yang berorientasi pada pendidikan anak.
“Nilai keislaman harus menjadi pondasi utama dalam pendidikan anak usia dini, namun dengan pendekatan Islam yang moderat. Anak-anak perlu diberi ruang untuk bebas berekspresi dan berkreasi agar seluruh potensi dan kecerdasan mereka dapat tereksplorasi secara optimal,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pola pembelajaran tidak lagi dapat dilakukan secara tradisional. Pemanfaatan teknologi, termasuk di era AI, perlu dioptimalkan untuk mendukung proses belajar anak-anak.
“Melalui pengetahuan dan teknologi, manusia dapat menjelajahi dunia yang luas. Di era digital, penguasaan teknologi menjadi salah satu faktor penting yang mampu meningkatkan derajat dan kualitas hidup manusia,” tutup Oki.