Gelar Konferensi Pers Milad ‘Aisyiyah ke-108, PP 'Aisyiyah: Ketahanan Pangan Merupakan Isu Krusial

PP 'Aisyiyah menggelar acara Konferensi Pers Milad ‘Aisyiyah ke-108 tahun di Kantor PP ‘Aisyiyah Yogyakarta, Senin (19/05).

Gelar Konferensi Pers Milad ‘Aisyiyah ke-108, PP 'Aisyiyah: Ketahanan Pangan Merupakan Isu Krusial
PP 'Aisyiyah menggelar acara Konferensi Pers Milad ‘Aisyiyah ke-108 tahun di Kantor PP ‘Aisyiyah Yogyakarta, Senin (19/05). Foto: Medkom PP Muhammadiyah.

TVMU.TV - Pimpinan Pusat (PP) 'Aisyiyah menggelar acara Konferensi Pers Milad ‘Aisyiyah ke-108 tahun di Kantor PP ‘Aisyiyah Yogyakarta pada Senin (19/05).

Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah menyampaikan bahwa Indonesia masih dihadapkan pada problem ketahanan pangan.

“Disebabkan, antara lain oleh keterbatasan lahan pertanian, perubahan iklim, penurunan produktivitas, menurunnya jumlah petani dan kurangnya regenerasi petani, kurangnya pengakuan terhadap perempuan petani, minimnya kesejahteraan petani, ketergantungan impor, kurangnya tenologi pangan, hingga masalah kualitas pangan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Salmah menyatakan bahwa ‘Aisyiyah sebagai organisasi perempuan menaruh perhatian pada isu ketahanan pangan, mengingat pentingnya peran perempuan dalam mewujudkan ketahanan pangan.

Dalam Tanfidz Keputusan Muktamar ‘Aisyiyah ke-48 di Surakarta Bab IV tentang Program Nasional ‘Aisyiyah Periode 2022-2027 Bidang Ekonomi dan Ketenagakerjaan, PP 'Aisyiyah telah menetapkan program terkait ketahanan pangan, yakni mengembangkan dan memperkuat program ketahanan pangan melalui BUEKA pangan dan mengembangkan jejaring dengan stakeholder bidang pangan serta memperluas pelaksanaan Gerakan Lumbung Hidup ‘Aisyiyah (GLHA) sebagai bagian dari identitas rumah warga ‘Aisyiyah.

Pada Milad Aisyiyah ke-108, Salmah mengatakan ‘Aisyiyah mengusung tema “Memperkokoh Ketahanan Pangan Berbasis Qaryah Thayibah Menuju Ketahanan Nasional”. Menurutnya, tema ini diusung untuk memperkuat perannya dalam mewujudkan ketahanan pangan melalui gerakan Qaryah Thayibah.

Ia menjelaskan, Qaryah Thayyibah yang secara harfiyah berarti desa yang baik atau unggul, program ini merupakan gerakan nasional ‘Aisyiyah untuk mewujudkan desa yang berkemajuan sehingga tercipta masyarakat yang maju, adil, makmur, dan bermartabat.

Salmah menambahkan, Gerakan Qaryah Thayyibah mencakup berbagai aspek kehidupan, baik itu pangan, pemberdayaan ekonomi, kesehatan, pendidikan, keagamaan, kesejahteraan sosial, hukum, kepemimpinan perempuan, pendidikan politik, hingga lingkungan.

Dia menilai, ketahanan pangan menjadi salah satu aspek penting dalam gerakan Qaryah Thayyibah di komunitas Salmah menyampaikan bahwa upaya mewujudkan ketahanan pangan dilakukan ‘Aisyiyah, antara lain dengan mengembangkan Gerakan Lumbung Hidup ‘Aisyiyah (GLHA).

Untuk diketahui, Gerakan Lumbung Hidup ‘Aisyiyah merupakan gerakan untuk memanfaatkan lahan pekarangan atau lahan yang tersedia yang dikelola secara individu maupun kelompok seperti budidaya tanaman, ternak, dan ikan yang bertujuan guna menyediakan sumber pangan yang bergizi dan meningkatkan ekonomi keluarga. Saat ini, GLHA telah berkembang di 100 Kabupaten atau Kota.

VIDEO: Sosialisasi 'Aisyiyah DKI Jakarta