Haedar Nashir Ingatkan Peserta OlympicAD 2026: Jangan Dimaknai Sekadar Lomba Prestasi

Haedar Nashir Ingatkan Peserta OlympicAD 2026: Jangan Dimaknai Sekadar Lomba Prestasi
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir dalam pembukaan Olympiade Ahmad Dahlan (OlympicAD) VIII, Kamis (12/2) secara daring. Foto: Tangkap layar YouTube tvMu Channel.

TVMU.TV - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir mengingatkan ribuan pelajar Muhammadiyah yang akan berlaga di Olympiade Ahmad Dahlan (OlympiCAD) VIII tahun 2026 agar tidak memaknai ajang tersebut sekadar sebagai kompetisi meraih prestasi semata.

Dalam amanatnya, Haedar menegaskan bahwa OlympicAD yang mempertemukan putra-putri Muhammadiyah tingkat sekolah dasar dan menengah dari seluruh Indonesia itu lebih dari sekadar ajang adu kemampuan. Ia menyebut olimpiade ini sebagai wahana silaturahmi dan pembentukan akhlakul karimah.

“Saya yakin dengan Olimpiade ini maka semuanya akan berlomba berfastabiqul khairat secara kompetitif secara objektif tetapi bukan semata-mata untuk berlomba meraih prestasi,” ungkap Haedar di Yogyakarta, Kamis (12/2).

Menurut Haedar, kehidupan tidak berhenti di lingkungan sekolah. Generasi muda, khususnya peserta OlympicAD, ia dorong untuk aktif menjalin relasi sosial positif dari berbagai latar belakang. Interaksi lintas daerah itu, kata dia, menjadi sarana belajar tawa'un sebagaimana pesan Allah SWT.

“Bekerjasamalah, saling berinteraksi satu sama lain dalam hal kebaikan dan takwa. Tetapi jangan sekali-kali berinteraksi dan bekerja sama dengan siapapun dalam hal dosa dan permusuhan,” kutip Haedar dalam QS Al-Maidah ayat 2.

Di tengah gencarnya penguasaan sains dan teknologi, Haedar justru mengingatkan agar akhlak, iman, dan takwa tidak ditinggalkan. Ia menyebut ketiganya sebagai fondasi utama yang menjaga agar ilmu pengetahuan tidak kehilangan arah.

“Setinggi-tinggi kita berilmu, seluas-luas kita menjangkau kehidupan. Tapi manakala tidak ada akhlak, iman, dan takwa semuanya akan roboh,” tuturnya.

Haedar juga menyampaikan bahwa bangsa Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar kemajuan teknologi. Menurutnya, martabat dan keadaban yang tinggi harus menyertai penguasaan ilmu pengetahuan.

“Bangsa ini memerlukan martabat yang tinggi. Bangsa ini memerlukan keadaban yang tinggi. Bangsa ini memerlukan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tinggi,” ucapnya.

Melalui OlympicAD 2026, Haedar berharap lahir insan muda paripurna yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam ibadah, iman, dan takwa. Ia ingin siswa-siswi sekolah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah kelak menjadi pribadi yang bermanfaat bagi diri sendiri, sekolah, keluarga, serta umat dan alam semesta.