Hilman Latief: Efisiensi Harus Jadi Budaya Permanen di Muhammadiyah
TVMU.TV - Bendahara Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Hilman Latief, menegaskan kebijakan efisiensi di lingkungan Muhammadiyah harus menjadi kebiasaan permanen, bukan sekadar respons sementara terhadap tekanan ekonomi global.
Pernyataan itu disampaikan Hilman di Kantor PP Muhammadiyah, Rabu (7/5). Menurut dia, surat edaran efisiensi yang diterbitkan PP Muhammadiyah akan segera diterapkan secara nasional dengan melibatkan majelis, lembaga, serta kantor-kantor Muhammadiyah di berbagai daerah.
“Surat edaran ini, yang telah dijelaskan oleh Sekretaris Pimpinan Pusat, akan segera diimplementasikan secara nasional, mencakup tidak hanya kantor-kantor tetapi juga majelis-majelis di seluruh Indonesia,” katanya.
Hilman menjelaskan, penghematan paling nyata dapat dilakukan melalui pengurangan konsumsi listrik dan belanja operasional harian. Langkah tersebut dinilai penting di tengah tantangan ekonomi global, termasuk kenaikan harga bahan bakar non-subsidi dan ketidakpastian geopolitik yang berdampak pada biaya operasional organisasi.
Ia menilai efisiensi tidak cukup berhenti pada penghematan anggaran, melainkan harus dibarengi evaluasi terhadap program-program rutin yang selama ini menyerap biaya besar namun belum menunjukkan perkembangan signifikan. Dengan evaluasi itu, setiap unit organisasi diharapkan dapat mengarahkan sumber daya pada program yang lebih produktif, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Salah satu fokus utama dari inisiatif efisiensi ini adalah refungsionalisasi dan revitalisasi ruang-ruang yang tidak termanfaatkan,” imbuhnya.
Secara khusus, Hilman menyoroti pemanfaatan ruang di Kantor PP Muhammadiyah Jakarta. Ia meminta sejumlah ruangan yang selama ini dialihfungsikan menjadi gudang penyimpanan barang segera dikembalikan pada fungsi awalnya.
Menurutnya, penggunaan ruang yang tidak tepat tidak hanya berpotensi merusak fasilitas, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang kurang higienis dan tidak mencerminkan tata kelola organisasi yang profesional.
Kebijakan efisiensi ini, lanjut Hilman, diarahkan agar setiap unit Muhammadiyah mampu menjalankan program secara efektif, efisien, dan progresif. Melalui langkah tersebut, Muhammadiyah ingin memperkuat tata kelola kelembagaan sekaligus menjaga keberlanjutan pelayanan sosial, pendidikan, dan dakwah di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah.