Hilman Latief: Inovasi Tanpa Ilmu Akan Berat, Muhammadiyah Butuh Sustainable Innovation
TVMU.TV - Bendahara Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Hilman Latief mengingatkan bahwa gerakan dakwah tanpa inovasi berkelanjutan hanya akan menjadi rutinitas belaka yang gagal menghadirkan kemaslahatan besar bagi umat.
Pernyataan itu disampaikan Hilman dalam ZiskaTalks Tarhib Ramadhan Lazismu di Lantai 4 Gedung Dakwah Muhammadiyah Menteng Raya, Jakarta Pusat, Kamis (12/2).
Ia memaparkan empat pilar Risalah Islam Berkemajuan yang menjadi fondasi gerakan Muhammadiyah, sekaligus mengkritisi kecenderungan stagnasi dalam berdakwah.
Menurut Hilman, gerakan tajdid atau pembaruan menjadi variabel kedua setelah dakwah yang tidak bisa ditawar. Ia menekankan pentingnya gagasan-gagasan baru dan inovasi tanpa henti.
"Bagaimana memberikan gagasan-gagasan baru, inovasi dan lain sebagainya. Harus inovatif. Nah ini penting. Sustainable innovation, inovasi yang tiada henti," ujarnya.
Ia memperingatkan konsekuensi jika inovasi berhenti.
"Tanpa inovasi, saya kira ini akan menjadi rutinitas belaka yang harapan untuk memberikan kemaslahatan yang lebih besar itu semakin berat," tekannya.
Lebih lanjut, Hilman menegaskan bahwa inovasi tidak dapat berjalan sendiri. Ia menyebut gerakan ilmu sebagai pilar ketiga yang menopang pembaruan.
"Inovasi tanpa ilmu juga akan berat," tegasnya.
Ia mencontohkan KH Ahmad Dahlan yang sejak awal mendirikan Muhammadiyah telah meletakkan fondasi pendidikan. Tujuannya mengedukasi dan membuka cara pandang generasi muda.
"Agar mereka ke depannya cara pandangnya bisa lebih terbuka dan lain-lain," urainya.
Dalam konteks pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, Hilman mengapresiasi Lazismu yang tidak hanya menjalankan program tetapi juga menyusun laporan berbasis keilmuan. Ia menyebut evaluasi, monitoring, dan audit sebagai bagian tak terpisahkan dari sikap keislaman.
"Tanpa ilmu tidak bisa. Itulah ilmu. Dan itu adalah bagian integral dari sikap keislaman kita," ucapnya.
Hilman juga menyoroti misi kemanusiaan yang menurutnya tidak bisa dilepaskan dari gerakan dakwah amar makruf nahi mungkar. Ajakan pada kebaikan, kata dia, mencakup spektrum sosial, ekonomi, etis, hingga politik.
"Ini tugasnya Lazismu di antaranya mengajak terus orang berzakat, berinfak, bersedekah. Dan ini sebuah tugas yang mulia," tuturnya.
Pada pilar keempat, yakni gerakan amal, Hilman mengatakan donasi dan bantuan kemanusiaan dapat dilakukan di berbagai level. Ia menegaskan Muhammadiyah berkomitmen menjaga ritme bantuan di tengah prahara kebencanaan.
"Ada tahapan-tahapannya. Kita terus bisa menjalankan program dengan capaian dan output yang kita harapkan," tandasnya.