Hilman Latief Tekankan Hidup sebagai Jalan Menuju Kebahagiaan Hakiki
TVMU.TV - Bendahara Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Hilman Latief, menegaskan bahwa kehidupan umat Islam bukan sekadar rutinitas duniawi, melainkan perjalanan menuju kebahagiaan sejati di dunia dan akhirat. Pesan tersebut disampaikan dalam Khutbah Idulfitri 1447 Hijriah di Lapangan Softball Lodaya, Jumat (20/3/2026).
Dalam khutbahnya, Hilman mengingatkan bahwa kehidupan dunia hanyalah bagian dari proses menuju kehidupan yang kekal. Oleh karena itu, umat Islam diminta menjadikan dunia sebagai sarana, bukan tujuan akhir.
“Islam mengajarkan bahwa kehidupan dunia hanyalah bagian dari proses menuju kehidupan yang lebih kekal. Karena itu, manusia dituntut untuk menjadikan kehidupan dunia sebagai sarana, bukan tujuan akhir,” ujarnya.
Menurut Hilman, kesadaran tersebut akan membentuk sikap hidup yang lebih bertanggung jawab, hati-hati, serta berorientasi pada nilai-nilai ketakwaan. Ia menekankan pentingnya memaknai kehidupan secara utuh, tidak hanya dalam dimensi spiritual, tetapi juga sosial dan kemanusiaan.
Dalam pandangannya, Islam hadir sebagai pedoman hidup yang menyeluruh, mengatur hubungan manusia dengan Tuhan sekaligus dengan sesama manusia dan lingkungan.
“Kehidupan yang sesungguhnya dalam Islam juga menuntut adanya visi dan tujuan yang jelas. Tanpa arah yang benar, kehidupan akan kehilangan makna dan tidak menghasilkan kebaikan yang berkelanjutan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Hilman menegaskan bahwa ajaran Islam tidak dapat dipahami secara parsial. Nilai-nilai akidah, ibadah, akhlak, hingga muamalah harus dijalankan secara terpadu untuk membentuk kehidupan yang ideal.
“Dengan demikian, makna kehidupan umat Islam yang sesungguhnya terletak pada kemampuan menjadikan dunia sebagai ladang amal, memperkuat ketakwaan, serta menghadirkan kemaslahatan bagi sesama,” tuturnya.
Khutbah Idulfitri tersebut diikuti jamaah dengan khidmat dan menjadi pengingat bahwa momentum hari raya tidak hanya menandai berakhirnya Ramadan, tetapi juga awal untuk memperkuat orientasi hidup yang lebih bermakna dan berkeadaban.