Jemaah Haji Lansia yang Hilang di Makkah Ditemukan Meninggal, PPIH Ungkap Kronologi Pencarian

Jemaah Haji Lansia yang Hilang di Makkah Ditemukan Meninggal, PPIH Ungkap Kronologi Pencarian
Jemaah lanjut usia Muhammad Firdaus Akhlan, dilaporkan hilang dari hotel tempatnya menginap. Foto: Dok. MCH 2026.

TVMU.TV - Setelah sepekan dilakukan pencarian intensif, jemaah haji lanjut usia asal Jakarta Selatan, Muhammad Firdaus Akhlan (72), akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kawasan Jabal Kuday, Makkah, Arab Saudi. Almarhum sebelumnya dilaporkan hilang sejak Jumat (15/5/2026) usai keluar dari hotel pemondokannya di wilayah Misfalah.

Kabar duka tersebut dikonfirmasi Panitia Penyelgara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi setelah aparat keamanan setempat menemukan jasad Firdaus saat patroli rutin pada Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 02.00 waktu Arab Saudi.

“Lokasi penemuan di sekitar Jabal Kuday atau sekitar 1,5 sampai 2 kilometer dari pemondokannya,” ujar Kepala Bidang Perlindungan Jemaah (Linjam) PPIH Arab Saudi, Muftiono, Jumat (22/5).

Proses identifikasi dilakukan melalui pemeriksaan gelang haji, data visa, manifes paspor, hingga pencocokan data forensik oleh otoritas Arab Saudi. Kepastian identitas diperoleh setelah sang istri, Nafsiah Nawan (67), mendatangi langsung tempat penyimpanan jenazah.

Firdaus diketahui merupakan jemaah Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG) Kloter 27 rombongan 1 KBIHU Imam Bonjol. Ia baru tiba di Makkah sehari sebelum dinyatakan hilang. Pada Kamis (14/5), Firdaus bersama istrinya sempat melaksanakan umrah wajib.

Menurut keterangan keluarga, Firdaus meninggalkan hotel pada Jumat pagi untuk melaksanakan salat Jumat. Namun, ia keluar tanpa membawa identitas, Kartu Nusuk, maupun alat komunikasi.

“Setelah dia manggil-manggil saya, saya datang, dia lagi mandi. Setelah itu, dia bilang mau salat Jumat. Saya siapkan baju koko dan sarung warna hitam kotak-kotak,” ujar Nafsiah dengan suara bergetar.

Sejak laporan kehilangan diterima, tim Perlindungan Jemaah PPIH langsung melakukan pencarian besar-besaran. Petugas menyisir hotel, terminal, rumah sakit, masjid, hingga area perbukitan di sekitar Misfalah dan Masjidil Haram.

Pencarian dilakukan di tengah suhu ekstrem yang mencapai 47 derajat Celsius. Tim juga menelusuri rekaman CCTV hotel yang menunjukkan Firdaus berjalan ke arah kanan saat keluar dari pemondokan.

“Masih belum ketemu. Ayok bantu cari,” ujar petugas Linjam, Deka Ulfa, saat mengajak rekan-rekan petugas lainnya ikut melakukan pencarian.

Upaya pencarian turut diperluas hingga area penampungan darurat dan perbatasan Jeddah. PPIH bahkan melibatkan tambahan personel untuk mempercepat proses pencarian jemaah lansia tersebut.

Setelah ditemukan, jenazah Firdaus dibawa ke Masjidil Haram untuk disalatkan usai salat Subuh berjamaah pada Sabtu (23/5/2026) dini hari waktu setempat. Almarhum disalatkan bersama tujuh jenazah lain sebelum dimakamkan di Makkah.

“Saya hanya bisa mengucapkan terima kasih banyak kepada petugas Indonesia atas bantuannya. Masya Allah begitu besar. Mudah-mudahan Pak Firdaus Allah ampunkan dosanya, diterima amal ibadahnya,” kata Nafsiah lirih seusai pemakaman suaminya.

PPIH Arab Saudi menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Firdaus sekaligus memastikan seluruh hak ibadah almarhum akan dituntaskan.

“Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya kepada almarhum dan memberikan kesabaran kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujar Koordinator Bidang Komunikasi Media Center Haji PPIH 2026, Hasan Affandi.

Peristiwa ini menjadi evaluasi penting dalam penyelenggaraan ibadah haji, khususnya terkait perlindungan jemaah lansia di tengah padatnya aktivitas dan mobilitas selama musim haji di Tanah Suci.

Hasan mengimbau seluruh jemaah agar selalu membawa identitas dan segera meminta bantuan petugas apabila mengalami kebingungan arah.

“Jika jemaah tersebut tidak mengetahui arah tujuan atau membutuhkan bantuan, antarkan ke petugas terdekat, pos layanan, atau laporkan kepada petugas sektor dan petugas kloter,” kata Hasan. (Fini Auliany/ MCH 2026)