Kantor PP Muhammadiyah Gelar Pengajian Semarak Milad

Kantor PP Muhammadiyah Gelar Pengajian Semarak Milad
Kantor PP Muhammadiyah menggelar Pengajian Semarak Milad, Sabtu (1/11). Foto: muhammadiyah.or.id.

TVMU.TV - Dalam rangka menyemarakkan Milad ke-113 Muhammadiyah, Kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menggelar Pengajian Semarak Milad pada Sabtu (1/11).

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini menghadirkan Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Budi Jaya Putra, sebagai pemateri utama.

Dalam ceramahnya, Budi mengajak jamaah untuk membangun keluarga sakinah dengan fondasi kejujuran, kesabaran, dan kasih sayang.

Ia menegaskan bahwa pernikahan dalam Islam bukan hanya sebuah ikatan formal, melainkan “wifaqon ghalizhoh” — perjanjian kuat antara suami dan istri yang harus dijaga dengan tanggung jawab dan ketulusan.

“Pernikahan itu bukan sekadar hidup bersama, tetapi menyatukan dua jiwa untuk saling menumbuhkan kebaikan,” ujar Budi di hadapan jamaah.

Sebagai pengingat praktis dalam membangun rumah tangga yang harmonis, Budi memperkenalkan filosofi keluarga bahagia dalam konsep khas Jawa yang ia sebut GUCI, LENGO, KOYU, dan GAPUK.

GUCI, singkatan dari “Lugu lan Suci”, dimaknai sebagai kejujuran dan kesucian dalam hubungan. Menurutnya, keterbukaan menjadi kunci agar tidak muncul konflik dalam rumah tangga.

“Kejujuran itu penting agar tidak muncul keributan. Sampaikan dengan baik, jangan sampai meledak,” pesannya.

Selanjutnya, LENGO menggambarkan kondisi emosi yang memuncak. Dalam situasi itu, seseorang dianjurkan menahan diri agar tidak terjerumus dalam kekerasan rumah tangga.

“Bukan orang kuat yang pandai bergulat, tapi yang bisa menahan amarah,” kutip Budi dari hadis Nabi.

Konsep berikutnya, KOYU, berarti menyambut pasangan dengan senyum dan tawa. Hal ini selaras dengan sabda Nabi, “Tabassumuka ila akhika shadaqah” — senyummu kepada saudaramu adalah sedekah.

Sementara GAPUK diartikan sebagai bentuk penghargaan dan pujian kepada pasangan atas hal kecil sekalipun.

“Apresiasi sederhana bisa membuat pasangan merasa dihargai dan mempererat kasih sayang dalam rumah tangga,” jelasnya.

Budi juga menambahkan pentingnya kebiasaan kecil seperti memeluk pasangan sebelum berangkat kerja, karena dapat menumbuhkan hormon kebahagiaan (dopamin) yang memperkuat keharmonisan rumah tangga.

“Hal-hal kecil yang dilakukan dengan cinta bisa menjadi sumber kebahagiaan besar dalam rumah tangga,” pungkasnya.

Pengajian Semarak Milad ini menjadi refleksi spiritual bagi jamaah untuk meneladani nilai-nilai Islam dalam kehidupan berkeluarga.

Melalui ajaran sederhana yang membumi, semangat Milad Muhammadiyah tahun ini semakin terasa hidup dalam keseharian umat.