Lewat Desa Siaga Bencana, PLN UID Jakarta Raya Beri 109 APAR dan 25 SLO untuk Warga Tambora

Lewat Desa Siaga Bencana, PLN UID Jakarta Raya Beri 109 APAR dan 25 SLO untuk Warga Tambora
Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jakarta Raya, Haris Andika (kiri) menyerahkan sebuah APAR 3 kg kepada warga perwakilan RW se-Kecamatan Tambora (kanan) didampingi Manager PLN UP3 Bandengan, Meyrina P. Turambi (tengah). Foto: PLN UID Jakarta Raya.

TVMU.TV - PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya menyalurkan 109 unit Alat Pemadam Api Ringan (APAR), menyerahkan tenda posko darurat, melakukan pengecekan instalasi listrik, serta menerbitkan 25 Sertifikat Laik Operasi (SLO) bagi masyarakat di Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.

Kegiatan tersebut dilakukan melalui program Desa Siaga Bencana, sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam mencegah dan menangani potensi kebakaran di wilayah permukiman padat.

Program ini merupakan kolaborasi PLN UID Jakarta Raya bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), serta pemerintah kota setempat.

General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, menyampaikan bahwa Desa Siaga Bencana menjadi bagian dari komitmen PLN dalam menghadirkan listrik yang aman sekaligus memperkuat budaya keselamatan masyarakat.

“PLN tidak hanya memastikan pasokan listrik yang andal, tetapi juga menghadirkan edukasi keselamatan kelistrikan kepada masyarakat. Melalui kolaborasi bersama BPBD, Damkar, dan pemerintah kota, kami ingin memperkuat budaya sadar keselamatan sehingga masyarakat semakin siap, tanggap, dan tangguh menghadapi potensi kebakaran maupun bencana lainnya,” kata Andy Adcha dalam keterangan tertulisnya, Ahad (15/2).

Apresiasi juga disampaikan Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, yang menilai sinergi lintas lembaga menjadi kunci dalam pengurangan risiko bencana, khususnya di wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi.

“Kolaborasi ini menjadi contoh nyata bahwa upaya pengurangan risiko bencana harus dilakukan bersama. Edukasi, kesiapan peralatan, serta pemahaman masyarakat terhadap langkah mitigasi merupakan kunci untuk meminimalisir dampak kebakaran dan bencana lainnya di lingkungan permukiman,” ungkap Yohan.

Sementara itu, Manager PLN UP3 Bandengan, Meyrina P. Turambi, menekankan bahwa keterlibatan masyarakat dalam memahami penggunaan listrik yang aman menjadi faktor penting untuk menekan risiko kebakaran.

“Kami berharap melalui program ini masyarakat semakin memahami pentingnya instalasi listrik yang aman dan penggunaan listrik yang bijak. Dengan edukasi berkelanjutan dan dukungan peralatan keselamatan, wilayah Tambora diharapkan semakin siap menghadapi potensi kebakaran serta mampu melindungi lingkungan sekitarnya,” tutur Meyrina.

Pemilihan Kecamatan Tambora sebagai lokasi program didasarkan pada karakteristik wilayah yang memiliki tingkat kepadatan penduduk tinggi serta riwayat kejadian kebakaran yang membutuhkan perhatian bersama. Selain penyerahan APAR dan penerbitan SLO, PLN bersama pemangku kepentingan juga menyerahkan 1 unit Tenda Siaga Bencana untuk mendukung respons cepat dalam kondisi darurat.

Kegiatan Desa Siaga Bencana ini turut diisi dua sesi sosialisasi, yaitu “Aman dan Nyaman Menggunakan Listrik: Mitigasi Bahaya Penggunaan Listrik” yang disampaikan PLN, serta materi “Penanganan Kebakaran” oleh Damkar Kecamatan Tambora. Warga juga mendapat pelatihan praktik penggunaan APAR dan prosedur evakuasi darurat.

Melalui program tersebut, PLN UID Jakarta Raya bersama BPBD, Damkar, dan pemerintah kota berkomitmen memperkuat sinergi untuk menciptakan lingkungan permukiman yang lebih aman, tangguh, dan responsif terhadap potensi bencana demi keselamatan masyarakat Jakarta.