LHKI dan Lazismu Gelar 'Muticultural Dialogue and Peacebuilding on Palestina' di Jordan
TVMU.TV - Lembaga Hubungan dan Kerjasama Internasional (LHKI) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan Lazismu menggelar program “Muticultural Dialogue and Peacebuilding on Palestina” pada 10-14 September 2025 di Amma, Jordan.
Kegiatan ini merupakan satu tahap akhir dari pelatihan yang diselenggarakan, sebelumnya para peserta telah berkunjung ke Indonesia untuk bersilaturahmi dengan Pimpinan Persyarikatan Muhammadiyah, serta juga berkunjung ke beberapa kampus Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA).
Pelatihan tersebut merupakan upaya bagaimana membangun jembatan antara dua bangsa (Indonesia-Palestina) untuk bisa saling memahami dan belajar satu sama lain dari pengalaman Negara dan Daerahnya masing-masing.
“Kami mendengar dan melihat bagaimana mereka mengeksplor pengalaman mereka sebagai komunitas yang pernah hidup bersama antara umat islam, kristiani, masyarakat yahudi terutama di tepi barat, namun karena adanya kebijakan zionis di negara israel mereka menjadi terpecah belah bahkan devide et impera sehingga melahirkan ketidakpercayaan satu sama lain di antara masyarakat Palestina,” jelas Ketua Lazismu, Ahmad Imam Mujadid Rais dalam keteranganya seperti dikutip tvMu, Selasa (16/9).
Rais berharap, program ini dapat menjadi pondasi bagi mereka untuk bisa membangun keeratan, atau harmoni diantara bangsa Palestina, karena kemerdekaan Palestina sejatinya dibangun dari kesatuan diantara mereka sendiri, antara sukunya yang beragam, partai politiknya.
“Semoga program ini bermanfaat dan menjadi ibrah bagi kita semuanya untuk senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan,” jelasnya.
Sementara itu, Yasmi Ardiyansyah Wakil selaku Ketua LHKI PP Muhammadiyah menjelaskan program ini bertujuan untuk pengembangan kapasitas generasi muda Palestina yang juga bagian dari amanah yang diberikan kepada Muhammadiyah untuk memberikan bantuan yang lebih signifikan, konkrit bagi saudara-saudara di Palestina.
Ia juga menjelaskan peserta dari kegiatan ini merupakan warga Palestina, khususnya Pemuda Palestina khususnya.
“Tapi sebagian mereka juga merupakan pengungsi Palestina yang berada di Jordan yang juga datang ke sini (Jordan),” ungkap Yasmi.