Mantan Ketum PP ‘Aisyiyah: Cinta Muhammadiyah Harus Sampai dengan Hati dan Sanubari

Mantan Ketum PP ‘Aisyiyah: Cinta Muhammadiyah Harus Sampai dengan Hati dan Sanubari
Acara GSM bertajuk 'Peran Muhammadiyah 'Aisyiyah Menuju Indonesia Berkemajuan', Ahad (4/9). Foto: Tangkap layar youtube tvmu channel.

TVMU.TV - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah Periode 2000-2010, Siti Chamamah Soeratno mengatakan bahwa cinta kepada Muhammadiyah itu harus sampai dengan hati dan sanubari.

Menurut dia, tidak cukup hanya mencintai Muhammadiyah karena kebesarannya saja.

Hal itu disampaikan Siti Chamamah dalam acara Gerakan Subuh Mengaji (GSM) bertajuk 'Peran Muhammadiyah 'Aisyiyah Menuju Indonesia Berkemajuan', Ahad (4/9).

Dalam berorganisasi, ia menyebutkan warga Muhammadiyah harus senantiasa diarahkan dan didiskusikan sesuai garis-garis organisasi Muhammadiyah.

Maka dari itu, Siti Chamamah mengajak kepada semua yang mencintai Muhammadiyah untuk lebih mengenal anatomi Muhammadiyah lebih dalam.

Lebih lanjut, Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada mengamati saat ini semua orang, terutama warga Muhammadiyah merasa terketuk hatinya, dan merasa terpanggil berkat gerakan-gerakan yang dilakukan oleh Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.

Siti Chamamah menjelaskan, bahwa ketertarikan orang terhadap Muhammadiyah di antaranya adalah landasan Al Qur’an dan Hadits yang digunakan sebagai landasan.

Dalam memutuskan segala perkara, ujar dia, Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih melakukan telaah dan tinjauan yang bukan hanya dari sisi teks, tapi juga konteks dan intuisi atau spiritualitas yang mendalam.

“Di Muhammadiyah itu ada Majelis Tarjih yang semua keputusan diproses luar biasa. Cara Majelis Tarjih bekerja dan memutuskan itu membuat kita mantap,” tuturnya.

Dengan demikian, ia berharap agar warga Muhammadiyah untuk meyakini bahwa yang diputuskan oleh Majelis Tarjih itu tidak menyalahi Al Qur’an dan Hadist atau Sunnah.

VIDEO: Peran Muhammadiyah 'Aisyiyah Menuju Indonesia Berkemajuan