MDMC Kalteng Jangkau 589 Ribu Warga Terdampak Bencana Karhutla dan Kekeringan
TVMU.TV - Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) melalui Pos Koordinasi (Poskor) Muhammadiyah Kalimantan Tengah memperluas jangkauan penanganan darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan yang melanda provinsi tersebut.
Sejak penetapan masa tanggap darurat oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah pada pertengahan Agustus hingga pertengahan Oktober 2026, operasi kemanusiaan Muhammadiyah telah menyalurkan bantuan kepada 589.538 penerima manfaat di 10 kabupaten dan kota.
Koordinator Poskor Muhammadiyah Kalteng, Inayati Muharini, melaporkan bahwa eskalasi Karhutla masih cukup mengkhawatirkan. Merujuk data BMKG dan BPBPK per pertengahan Oktober 2026, terdeteksi sebanyak 4.686 titik panas (hotspot) dengan 88 kejadian kebakaran aktif yang memicu pekatnya kabut asap.
"Selain itu, kegiatan pemadaman dan pendinginan di lokasi karhutla tercatat menjangkau 272 penerima manfaat. Muhammadiyah juga menyalurkan oksigen kepada 379 penerima manfaat dan memberikan layanan nebulizer kepada 10 penerima manfaat," ujar Inayati Muharini di Palangka Raya, Selasa, 20 Oktober 2026.
Capaian layanan kemanusiaan Poskor Muhammadiyah Kalteng mencakup distribusi air bersih untuk 453.502 jiwa, pembagian masker medis bagi 115.669 warga, bantuan nutrisi untuk 18.776 penerima, hingga pengoperasian Rumah Singgah Oksigen gratis bagi 930 warga terdampak gangguan pernapasan.
Guna menopang operasional lapangan, MDMC menerjunkan 179 personel gabungan yang tersebar di Palangka Raya, Kotawaringin Timur, Katingan, Kotawaringin Barat, Pulang Pisau, Kapuas, Murung Raya, Barito Selatan, Barito Utara, hingga Lamandau.
Selain fokus pemadaman dan pemenuhan layanan medis dasar bagi anak-anak, ibu hamil, serta lansia, MDMC Kalteng terus menyalurkan edukasi pencegahan karhutla serta menggalang bantuan logistik berupa masker N95, tabung oksigen, dan APD damkar.
