Milad ke-62 IMM, Irwan Akib Dorong Kader Perkuat Peran Cendekiawan Berpribadi

Milad ke-62 IMM, Irwan Akib Dorong Kader Perkuat Peran Cendekiawan Berpribadi
Ketua PP Muhammadiyah, Irwan Akib/ Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) memperingati Milad ke-62 pada 14 Maret 2026, menandai perjalanan organisasi mahasiswa Muhammadiyah yang berdiri sejak 14 Maret 1964. Momentum ini menjadi pengingat bagi kader IMM untuk terus meneguhkan jati diri sebagai cendekiawan berpribadi yang berperan aktif dalam membangun peradaban.

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Irwan Akib, menekankan bahwa IMM sebagai organisasi kader di lingkungan mahasiswa harus menjaga karakter intelektual yang menjadi ruh perjuangannya.

“Sebagai organisasi kader yang bergerak di lingkungan kemahasiswaan, maka watak kecendekiawanan harus terus melekat pada diri IMM, hadir sebagai sosok Cendekiawan Berpribadi sehingga menuntut ilmu adalah ruh perjuangannya,” kata Irwan Akib dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/3).

Menurut Irwan, setelah lebih dari setengah abad berdiri, IMM diharapkan terus menjadi pelanjut estafet perjuangan Muhammadiyah sekaligus hadir sebagai gerakan keumatan dan kebangsaan. Dalam setiap aktivitasnya, kader IMM diharapkan mampu memadukan kekuatan pikir dan zikir, yakni pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus penguatan spiritualitas.

Ia menilai kegiatan akademik seperti diskusi ilmiah, kajian keilmuan, serta penelitian menjadi bagian penting dalam membentuk karakter intelektual kader IMM. Upaya tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperluas wawasan dan melahirkan gagasan bagi kemajuan umat dan bangsa.

“Di era yang serba tak menentu ini, IMM yang telah mengikrarkan diri sebagai Cendekiawan Berpribadi, harus selalu hadir sebagai obor penerang dalam kegelapan, hadir dengan ketajaman pikir yang lahir dari hasil kajian dengan metodologi ilmiah dan keluhuran nafas wahyu ilahi,” ungkapnya.

Irwan menambahkan bahwa kader IMM perlu memiliki kapasitas intelektual yang mampu menjadi penyaring informasi di tengah derasnya arus informasi digital. Ilmu pengetahuan, menurutnya, harus menjadi alat untuk membedah ketidakadilan sekaligus merancang masa depan yang lebih mencerahkan bagi masyarakat.

Di tengah dinamika sosial dan polarisasi yang berkembang di masyarakat, Irwan juga mengingatkan pentingnya menghadirkan wajah Islam Wasathiyah atau Islam moderat sebagai bagian dari identitas Muhammadiyah.

“Kader IMM sebagai Cendekiawan Berpribadi yang hidup di negara kesatuan republik Indonesia (NKRI) ini, tidak boleh melepaskan diri dari tanggung jawab kebangsaan, dan tentu tidak boleh menjadi bagian dari masalah bangsa,” katanya.

Selain itu, ia mendorong kader IMM untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan zaman dengan meningkatkan kompetensi, termasuk dalam penguasaan teknologi dan kecerdasan buatan (AI), penguatan kemandirian ekonomi melalui kewirausahaan, serta kemampuan berkolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat tanpa kehilangan jati diri ideologis.

“Milad ke-62 adalah momentum untuk kembali mengokohkan jati diri sebagai Cendekiawan Berpribadi, terus menggelorakan semangat Ilmu adalah alat perjuangan, dan amal adalah tujuan perjuangan,” ungkapnya.

Melalui peringatan milad ini, IMM diharapkan tidak sekadar menjadi bagian dari perjalanan sejarah, tetapi mampu hadir sebagai pelaku utama yang melahirkan gagasan dan karya untuk kemajuan umat, bangsa, dan peradaban.