MPKU PP Muhammadiyah Perkuat Layanan Kesehatan Tanggap Bencana di Sumatera Lewat Gerakan OMOR

MPKU PP Muhammadiyah Perkuat Layanan Kesehatan Tanggap Bencana di Sumatera Lewat Gerakan OMOR
Ilustrasi banjir Sumatera/ Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menegaskan komitmennya dalam memperkuat layanan kesehatan nasional, khususnya dalam penanganan bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan sinergi lintas majelis di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah.

Dalam penanganan bencana, MPKU PP Muhammadiyah terus berkolaborasi dengan berbagai majelis dan lembaga Muhammadiyah, terutama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), melalui gerakan satu komando yang dikenal dengan istilah OMOR atau One Muhammadiyah, One Response.

“Pada saat terjadi bencana kita itu selalu mencoba menerapkan One Muhammadiyah One Respons. Di mana leading majelisnya atau lembaganya adalah MDMC,” jelas Sekretaris MPKU PP Muhammadiyah, dr. Ekorini Listiowati, Kamis (22/1).

Menurut dr. Ekorini, pelaksanaan OMOR menuntut koordinasi layanan yang solid serta pemetaan kebutuhan sumber daya medis secara cermat. MPKU bersama Rumah Sakit Muhammadiyah ‘Aisyiyah (RSMA) dituntut selalu siap, sigap, dan cepat mengirimkan tim siaga medis profesional ke lokasi terdampak, mengingat bencana kerap terjadi tanpa dapat diprediksi.

“Tim lengkap itu dokternya minimal dua, kemudian perawat minimal ada tiga, kemudian bidan berapa, apoteker berapa, kira-kira satu tim itu sembilan orang dengan multi-profesional. Se seperti halnya kita semacam mendirikan satu klinik darurat kayak gitu,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pemetaan kebutuhan tenaga medis harus diimbangi dengan pengelolaan sumber daya di masing-masing RSMA. Setiap rumah sakit diminta memastikan ketersediaan tenaga medis tetap terjaga agar pelayanan kesehatan di fasilitas induk dapat berjalan efektif dan efisien meski sebagian tenaga ditugaskan ke lokasi bencana.

Selain sumber daya manusia, aspek manajerial terkait ketersediaan alat kesehatan dan obat-obatan juga menjadi perhatian penting saat MPKU dan RSMA terjun langsung dalam penanganan kebencanaan.

Untuk memperkuat keberhasilan gerakan OMOR ke depan, dr. Ekorini menilai perlunya pendidikan dan pelatihan kebencanaan bagi tenaga medis di lingkungan RSMA. Menurutnya, kondisi di wilayah bencana kerap menghadirkan situasi dan kasus kesehatan yang berbeda dengan pelayanan rutin di rumah sakit.

Oleh karena itu, MPKU berencana memperkuat sinergi bersama MDMC melalui program pelatihan kebencanaan terpadu. dr. Ekorini berharap program tersebut dapat menjadi penggerak kolaborasi lintas majelis dalam memperkuat aksi tanggap darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi terhadap berbagai fenomena kebencanaan di Indonesia.