Muhammadiyah Salurkan 1.400 RendangMu untuk Penyintas Gempa Manggarai Timur
TVMU.TV - Muhammadiyah kembali memperkuat respons kemanusiaan bagi penyintas gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 1.400 paket RendangMu disalurkan bersama dukungan operasional untuk Posko Muhammadiyah dan Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah Type 1 Fixed di Manggarai Timur.
Penyerahan bantuan berlangsung pada Ahad (6/9/2026) di Pos Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit Lapangan EMT Muhammadiyah, Dampek, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur. Bantuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian respons Muhammadiyah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat layanan kesehatan pascagempa.
Bendahara Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Hilman Latief mengatakan kehadiran Muhammadiyah dalam situasi bencana merupakan wujud gerakan kolektif dan solidaritas kemanusiaan. Ia menekankan bahwa EMT Muhammadiyah dipersiapkan secara berkelanjutan agar mampu memberikan layanan profesional di wilayah terdampak bencana.
“Misi kemanusiaan Muhammadiyah didasari spirit tolong-menolong dalam kebajikan. Menghadapi situasi sulit (aqabah) membutuhkan ketahanan mental dan kerja sama yang kuat. Tim EMT ini dipersiapkan secara matang selama bertahun-tahun sesuai standar WHO agar dapat bekerja secara profesional di mana pun bencana terjadi,” jelas Hilman.
Bantuan Disalurkan Bertahap
Selain 1.400 paket RendangMu, Muhammadiyah sebelumnya telah menyalurkan berbagai bantuan logistik kepada masyarakat terdampak melalui penghimpunan dana kemanusiaan Lazismu dalam program Indonesia Siaga.
Bantuan tersebut antara lain berupa RendangMu, Family Kit, School Kit, serta kebutuhan pendukung lainnya yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat di lapangan.
Hilman mengatakan Muhammadiyah tidak hanya berfokus pada masa tanggap darurat. Pendampingan akan terus dilakukan seiring kebutuhan masyarakat memasuki fase pemulihan.
Muhammadiyah juga mengerahkan unsur kesehatan untuk memastikan pelayanan medis tetap tersedia bagi masyarakat yang terdampak kerusakan fasilitas kesehatan.
EMT Muhammadiyah Perkuat Layanan Kesehatan
Ketua Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) PP Muhammadiyah Budi Setiawan mengatakan MDMC telah mengaktifkan jaringan koordinasi sejak hari pertama bencana. Koordinasi dilakukan melalui Posko Nasional di Yogyakarta, Posko Wilayah di Ende, serta posko daerah di sejumlah kabupaten terdampak.
Rumah Sakit Lapangan EMT Muhammadiyah kemudian diterjunkan dengan mengacu pada standar WHO. Pelayanan dirancang melalui dua rotasi tim selama satu bulan agar layanan kesehatan dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Pelayanan tersebut juga melibatkan tenaga kesehatan lokal dan dilakukan bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), terutama untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat dan anak-anak terdampak bencana.
“Bagi kami, kesehatan dan pendidikan adalah dua hal yang tidak boleh berhenti saat bencana. Selain layanan medis, Muhammadiyah bersama Kemendikdasmen juga merancang pembangunan ruang kelas darurat agar anak-anak tidak mengalami trauma berkepanjangan,” jelas Budi.
2.294 Rumah Rusak, Ribuan Warga Masih Mengungsi
Gempa yang melanda wilayah Manggarai Timur sejak 15 Agustus 2026 meninggalkan kerusakan cukup besar. Camat Lamba Leda Utara Emilianus Sarjanit mengatakan sebanyak 2.294 rumah di wilayahnya mengalami kerusakan parah.
Sementara itu, sebanyak 8.333 jiwa masih bertahan di tenda pengungsian. Kerusakan juga terjadi pada fasilitas pelayanan publik, termasuk Puskesmas Dampek dan Puskesmas Beleng.
Di sektor pendidikan, sekitar 80 persen fasilitas pendidikan dilaporkan mengalami kerusakan berat. Kondisi tersebut membuat pelayanan kesehatan dan kegiatan belajar mengajar (KBM) masih harus dilakukan di tenda darurat.
Emilianus mengapresiasi bantuan yang diberikan Muhammadiyah kepada masyarakat setelah bencana.
“Kami benar-benar jatuh pascagempa. Bingung harus ke mana, dan uluran kasih dari Tim Muhammadiyah membangkitkan semangat kami kembali. Terima kasih telah menghapus air mata kami,” ujar Emilianus.
12 dari 29 Puskesmas Rusak Parah
Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Timur Tintin mengatakan penanganan pascagempa menghadapi sejumlah kendala sejak awal, terutama akibat terputusnya jaringan komunikasi dan keterbatasan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.
Dari total 29 puskesmas di Kabupaten Manggarai Timur, sebanyak 12 puskesmas mengalami kerusakan parah dan masuk kategori merah. Peralatan kesehatan di puskesmas yang terdampak juga dilaporkan tidak dapat diselamatkan.
Kehadiran tim Muhammadiyah kemudian membantu memperkuat kapasitas layanan kesehatan di tengah keterbatasan fasilitas.
“Hadirnya MDMC, EMT Muhammadiyah, serta berbagai universitas dan relawan sangat membantu kami. Layanan Rumah Sakit Lapangan dari EMT membuat pemulihan masyarakat jauh lebih cepat teratasi,” ungkapnya.
Respons tersebut menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak cukup hanya dengan mengirimkan bantuan logistik. Ketika fasilitas kesehatan rusak dan masyarakat masih berada di pengungsian, keberadaan tenaga medis, dukungan pangan, pendidikan darurat, hingga pendampingan pemulihan menjadi bagian penting dari proses pemulihan.
Karena itu, Muhammadiyah menempatkan respons bencana sebagai kerja lintas unsur. MDMC mengoordinasikan penanganan di lapangan, Lazismu mendukung penghimpunan dan penyaluran bantuan, sementara tenaga kesehatan, relawan, perguruan tinggi, serta unsur Persyarikatan lainnya bergerak sesuai kebutuhan.
Dengan dukungan tersebut, layanan kemanusiaan di Manggarai Timur diharapkan tetap berjalan hingga masyarakat tidak hanya melewati masa darurat, tetapi juga mampu kembali memulihkan kehidupan setelah bencana.
