Palestina Kelaparan
TVMU.TV - Nyawa warga Palestina, sepertinya lebih murah ketimbang selembar tisu, bagi Zionis Israel. Karena itu, tanpa belas kasihan, setiap hari, penjajah bangsa Israel itu, berlaku biadab terhadap warga Palestina di Gaza. Sejak Oktober 2023, tercatat sedikitnya 46 ribu, warga Palestina dirampas nyawanya oleh rezim negara Zionis itu. Artinya, setiap hari rata-rata, 73 orang Palestina, Syahid di tangan Yahudi Israel. Dentuman bom, suara jerit tangis, dan ratapan orang-orang yang kehilangan keluarganya, seolah menjadi hiburan bagi Israel.
Jutaan, atau mungkin bahkan miliaran seruan, kecaman, dan kutukan menggema dari berbagai belahan dunia. Tapi Israel bergeming, tak peduli. Serangan demi serangan, pembantaian hingga pemusnahan etnis atau genosida, terus berlangsung, tanpa ada satu pun negara mampu menghentikan tangan berlumuran darah Perdana Menteri Benjamin Netayahu itu. Dunia seolah tanpa pemimpin, sehingga angkara murka berlangsung tanpa kendali.
Situasi akhir-akhir ini di Gaza, semakin mengiris-iris nurani kita. Busung lapar, teriakan minta makan, menggema dari ujung Kota Rafah di Selatan, hingga di Beit Hanoun di Gaza Utara, ratusan ribu orang dilanda kelaparan. Demikian menderitanya warga Palestina, bahkan ada anak yang terpaksa makan pasir, dan roti bekas yang biasa untuk makan ternak, dan mengais makanan busuk di atas tumpukan sampah.
Benjamin Netanyahu, sang penjahat perang paling bengis abad ini, justru membantah, adanya bencana kelaparan di Palestina ini. Bagi Israel, melenyapkan penduduk Palestina, jika tidak bisa dilakukan melalui bom dan peluru, bisa dilakukan melalui blokade bantuan makanan. Secara jangka panjang, kualitas sumber daya manusia Palestina, tentu saja menjadi rendah dan melemah.
Tragedi kelaparan Palestina ini, setidaknya sedikit membuka mata dunia, sekaligus memaksa para pemimpin dunia, termasuk Prancis, Inggris, dan Kanada, bersama 146 negara di dunia untuk menghentikan perang, dan mengakui kemerdekaan Palestina, segera. Baik melalui skema solusi dua negara, maupun pengakuan mutlak kemerdekaan untuk Palestina, tanpa syarat, yang menjadi hak bagi Negeri Para Nabi itu.
Tragedi kemanusiaan ini, tak bisa lagi kita diamkan. Setidaknya semua umat manusia di berbagai pelosok dunia, jangan sedetik pun memalingkan muka dari Palestina. Jika tak mampu Kita bantu dengan harta dan tenaga, mari kita mengangkat tangan, bermunajat dengan kesungguhan hati kepada Allah, agar segera menurunkan pertolongannya bagi saudara-saudara kita di Palestina.
"Berdoalah kepada Allah, dengan keyakinan doa kalian terkabul. Ketahuilah, sesungguhnya Allah tidak mengabulkan doa dari hari yang lalai dan tidak seruis" (HR.Al-Hakim).
