Saad Ibrahim Minta Warga Muhammadiya Pelajari Risalah Islam Berkemajuan
Ketua PP Muhammadiyah, Saad Ibrahim meminta warga Muhammadiyah untuk mempelajari Risalah Islam Berkemajuan.
TVMU.TV - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Saad Ibrahim meminta warga Muhammadiya untuk mempelajari Risalah Islam Berkemajuan.
Hal itu disampaikannya dalam Kajian Ahad Pagi di Masjid An Nur, Sidoarjo, Ahad (21/7).
“Kita berkewajiban untuk memahami Risalah Islam Berkemajuan itu yang pertama dari segi pemahaman terhadap nash, dan yang kedua penerapannya dalam Bermuhammadiyah,” ucapnya.
Saad menyampaikan bahwa pemahaman terhadap Risalah Islam Berkemajuan dapat digunakan warga Muhammadiyah untuk menegakkan kalimat tauhid, pengkhidmatan kepada umat, dan sekaligus penuntun konkrit sebagai pemimpin di muka bumi.
Terkait dengan terma maju atau berkemajuan dapat ditemukan dalam Surat Al Mudatsir ayat 37, Saad menjelaskan berdasarkan tafsir At Thabari maju atau berkemajuan di ayat itu bermakna taat kepada Allah SWT.
Sedangkan oposisi biner dari kata maju di surat yang sama yaitu mundur atau berkemunduran, yang diartikan sebagai bermaksiat kepada Allah SWT. Jika direfleksikan, kemunduran yang dialami oleh peradaban Islam akhir-akhir ini disebabkan karena hilangnya ketaatan kepada Allah SWT.
Selain itu, Saad juga menyebutkan, ikon dari berkemajuan yang terdapat Al Qur’an itu adalah membaca atau iqra’ sebagai ayat pertama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW.
Dia menambahkan, kemajuan yang dicapai oleh peradaban Islam ini berlandaskan pada nilai-nilai tauhid, berbeda dengan kemajuan yang dihasilkan oleh Barat yang berlandaskan rasional – ilmiah. Menurutnya, perbedaan ini berpengaruh pada cara dua kutub peradaban ini dalam memperlakukan kemajuannya.
Saad menerangkan, kemajuan yang berhasil diraih oleh Barat digunakan untuk melakukan penjajahan. Selanjutnya penjajahan digunakan untuk mengeruk kekayaan sebuah negeri hingga habis dan menjadikan negara itu miskin dan penjajahnya semakin kaya.
Sementara perbeda dengan kemajuan dalam Islam yang digunakan untuk melakukan penaklukan, tapi tidak bermotif kekayaan. Melainkan untuk membangun kekuatan yang saling menguntungkan – dapat dilihat dari kemajuan Islam di Eropa di masa dahulu yang begitu gemilang.
VIDEO: Haedar Nashir Sampaikan Apresiasi Capaian UM Palembang