Saad Ibrahim: Tauhid Energi Spiritual Kemajuan Umat
TVMU.TV - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Saad Ibrahim, menegaskan bahwa tauhid merupakan fondasi utama dalam membangun peradaban yang maju dan berkemajuan. Penegasan tersebut disampaikan dalam agenda Pengkajian Ramadan 1447 Hijriah yang digelar di UMT, Rabu (24/2/2026).
Dalam pemaparannya, Saad menjelaskan bahwa tauhid mengajarkan ketergantungan penuh kepada Allah SWT. Namun, menurutnya, ketergantungan tersebut tidak boleh dimaknai secara pasif, melainkan harus diwujudkan melalui ikhtiar yang sungguh-sungguh.
“Dengan berlandaskan tauhid, kemajuan peradaban akan diperoleh. Tauhid tidak hanya dimaknai sebagai pengakuan keesaan Allah, tetapi juga sebagai energi spiritual yang mendorong kemajuan umat,” ujarnya.
Ia mencontohkan peristiwa Isra Mi’raj sebagai simbol kemajuan dalam perspektif Islam. Perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Palestina hingga Sidratul Muntaha dalam waktu singkat dinilainya sebagai gambaran bahwa Islam sejak awal membawa pesan kemajuan.
“Dalam waktu kurang dari satu malam (8 jam), perjalanan yang secara logika manusia sangat jauh itu bisa terjadi. Ini memberi pesan bahwa Islam memiliki pandangan yang berkemajuan,” jelasnya.
Saad juga menekankan bahwa Al-Qur’an memuat nilai-nilai progresif yang mendorong umat Islam untuk terus berkembang. Ia merujuk Surat Al-Ikhlas, khususnya pada makna As-Samad, yang berarti Allah sebagai tempat bergantung segala sesuatu.
“Tauhid dalam Muhammadiyah tidak hanya ‘Qul huwallahu ahad’, tetapi juga ‘As-Samad’. Artinya, Allah adalah tempat bergantung yang sempurna. Dari sinilah semangat ikhtiar dan tawakal perlu dijalankan secara bersamaan,” terangnya.
Menurutnya, gerakan Muhammadiyah harus senantiasa menjaga keseimbangan antara usaha maksimal dan sikap tawakal. Ikhtiar tanpa tawakal, kata dia, berpotensi melahirkan kesombongan, sementara tawakal tanpa ikhtiar dapat menimbulkan kemalasan.