Sambut Ramadan 1447 H, Lazismu Gelar ZiskaTalks Usung Tema Penguatan Solidaritas

Sambut Ramadan 1447 H, Lazismu Gelar ZiskaTalks Usung Tema Penguatan Solidaritas
Lazismu Pusat menggelar ZiskaTalks Tarhib Ramadhan Lazismu di Kantor PP Muhammadiyah Jakarta, Kamis (12/2).

TVMU.TV - Lazismu Pusat menggelar ZiskaTalks Tarhib Ramadhan Lazismu di Kantor PP Muhammadiyah Jakarta, Kamis (12/2). Acara ini menjadi panggung strategis Lazismu dalam mengkonsolidasikan kekuatan sosial umat menjelang Ramadhan 1447 H.

Mengusung tema penguatan solidaritas, forum diskusi ini menghadirkan jajaran pimpinan Muhammadiyah dan Lazismu yang membedah berbagai program keumatan. Mulai dari program kebencanaan di Sumatera hingga agenda rutin Ramadhan seperti Tebar Takjil, Kado Ramadhan, Taman Lansia, Bac to Masjid, dan MudikMu Aman.

Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais dalam paparannya menegaskan bahwa seluruh program yang diluncurkan dalam acara tersebut tidak boleh berhenti pada dimensi seremonial.

"Itu tidak semata menjadi program seremonial, tapi juga menjadi program pemberdayaan umat," katanya di hadapan peserta.

ZiskaTalks kali ini juga menjadi momentum Lazismu memaparkan strategi kebencanaan jangka panjang, khususnya di Sumatera. Rais memperkenalkan pendekatan baru yang tidak hanya fokus pada tanggap darurat, tetapi juga rehab dan rekonstruksi pascabencana.

"Respons bencana tidak hanya semata pada aspek darurat, tapi juga pada mitigasi jangka panjang berupa rehab dan rekonstruksi," ujarnya.

Ia menginstruksikan kepada seluruh jajaran Lazismu di daerah untuk tidak meninggalkan fase pemulihan. Menurutnya, ketangguhan sistemik harus mulai dibangun dari sekarang.

"Kami meyakini teman-teman di Sumatera berada di garda terdepan dalam melakukan respons. Jangan menanggalkan fase rehab dan rekonstruksi. Itu bisa sama-sama kita mulai dengan membangun ketanggungan secara sistemik," seru Rais.

Dalam sesi diskusi, Rais juga memaparkan tiga pilar ketangguhan yang menjadi fondasi program-program Lazismu: mental dan spiritual, sistem sosial, serta mitigasi sadar bencana. Ia menilai nilai-nilai sosial masyarakat Indonesia yang tinggi menjadi modal besar dalam membangun resiliensi.

"Saya kira mereka tangguh salah satunya aspek spiritual. Dan itulah yang membuat bangsa kita masih resilien sampai sekarang melewati fase krisis ekonomi dan berbagai musibah," urainya.

Acara ini turut dihadiri Bendahara Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Hilman Latief. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi transparansi Lazismu yang dipaparkan secara terbuka dalam forum tersebut.

"Saya kira ini satu hal yang baik di mana mitra, donatur, simpatisan, pendukung Lazismu jadi semakin tahu apa yang sedang, sudah, dan akan dilakukan. Dan ini juga meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada kita semua," beber Hilman.

Menautkan dengan semarak Ramadhan, Hilman mengajak seluruh peserta untuk menjadikan bulan suci sebagai ruang penguatan kepedulian sosial. Ia menekankan program-program yang dilaunching dalam acara ini harus berkelanjutan hingga satu atau dua tahun mendatang.

"Insyaallah dengan dukungan warga masyarakat, para donatur, para agniya, para simpatisan, kita bisa menjalankan program dengan lancar ke depannya," tandasnya di penghujung acara.