Semoga Dedi Mulyadi Bukan Demagog Digital
TVMU.TV - Hari-hari Dedi Mulyadi, adalah hari-hari penuh keriuhan. Nyaris setiap waktu, wajah dan suara Gubernur Jawa Barat itu, menyesaki ruang publik media. Gubernur Dedi Mulyadi, seolah manusia hasil kloning, karena ada di mana-mana, muncul di semua media, tiada pagi, tak terkecuali malam hari. Secara algoritmik, konten yang dihiasi wajah dan suara Dedi Mulyadi, menempati posisi teratas pada semua mesin pencari, maupun laman media digital. Lima hari setelah dilantik, Dedi Mulyadi membagi-bagikan kendaraan operasional gubernur. Pagi-pagi Dedi Mulyadi juga membuat kontroversi mengirim pelajar bermasalah ke barak militer.
Dedi Mulyadi memang bukan tipe gubernur yang mengatur administrasinya hanya dari belakang meja, lazimnya gubernur dari provinsi lain. Hampir tiga bulan memimpin, Dedi Mulyadi hanya sesekali di kantornya. Dedi Mulyadi, sejak 2017 tatkala menjabat Bupati Purwakarta, sudah menjadi kreator konten. Dia sudah aktif melakukan promosi diri di media digital atau digital presence. Melalui kanal YouTube pribadinya, Kang Dedi Mulyadi Official, dia mendekonstruksi citra pejabat publik. Dedi Mulyadi lebih sering turun ke lapangan, menemui warga marjinal, bercanda dengan mereka, membela rakyat yang terzolimi, bahkan berdebat dengan pelajar SMP.
Harus diakui, sepak terjang Dedi Mulyadi di ruang publik media, mengundang banyak kontroversi. Hanya dalam tiga bulan sejak dilantik, Dedi menjadi media darling, dielukan warga kebanyakan, tetapi juga dikecam banyak pihak. Bukan hanya karena kebijakannya yang dianggap terlalu populis, dan di luar kebiasaan pemimpin daerah lainnya. Tapi komunikasi verbal dan nonverbal Dedi Mulyadi, terkadang memancing reaksi publik, bahkan dari mitranya, DPRD Provinsi Jawa Barat.
Dedi Mulyadi bukanlah tipe gubernur salon, melainkan seorang gubernur aliran pragmatisme, yang menekankan manfaat praktis dan akibat suatu gagasan atau tindakan. Semoga, Dedi Mulyadi bukan seorang Demagog Digital, yaitu menggunakan teknologi digital, termasuk media sosial untuk mempromosikan ideologi atau pesan politik yang menipulatif, dengan cara memanfaatkan emosi masyarakat. Sebab pada kenyataannya, Dedi Mulyadi tanpa basa-basi, menepis kerumitan proses, menggebrak, dan meruntuhkan tradisi birokrasi yang berbelit-belit. Dedi Mulyadi pemimpin pro-rakyat kecil, penyantun orang miskin yang rajin blusukan. Namun sebagian pihak mencurigai, ada udang di balik sepak terjangnya, demi melambungkan citra politik menuju 2029. Demi citra, Dedi Mulyadi, bahkan ikut menilai Pemerintah Jakarta.
Apapun motif di balik keriuhan di ruang publik media, semoga Dedi Mulyadi iklas menjalankan amanah dengan jabatannya. Yang perlu diingat, apapun dan sebesar apapun perbuatannya, kelak pasti ada balasannya, dan dipertanggungjawabkan di hadapan tuhan. Sebagaimana yang termaktub dalam ayat 7 dan 8 Surat Al-Zalzalah.
"Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. " (QS. Al-Zalzalah:7-8).