Siti Noordjannah Paparkan Empat Karakter Gerakan Perempuan Berkemajuan
TVMU.TV - Ketua Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini, memaparkan empat Karakter Gerakan ‘Aisyiyah (KGA) dalam acara Konsolidasi Nasional Majelis Kesehatan PP ‘Aisyiyah yang digelar di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (8/11).
Konsep empat karakter ini dirumuskan dalam Tanwir I ‘Aisyiyah tahun 2025 di Jakarta, dan menjadi pemikiran resmi organisasi yang berpijak pada ideologi Muhammadiyah-‘Aisyiyah. Menurut Noordjannah, KGA mencerminkan arah perjuangan perempuan Muhammadiyah untuk mewujudkan Islam berkemajuan di berbagai bidang kehidupan.
1. Gerakan Islam Berkemajuan, Dakwah, dan Tajdid
“Hal ini dimaknai bahwa ‘Aisyiyah sebagai gerakan perempuan Muhammadiyah menyandarkan seluruh aktivitasnya pada ajaran Islam yang berorientasi pada kemajuan atau disebut Islam Berkemajuan,” terang Noordjannah.
Sebagai gerakan dakwah, ‘Aisyiyah juga memiliki tanggung jawab menunaikan amar ma’ruf nahi munkar serta mengembangkan dakwah kultural di tengah keberagaman masyarakat. Sementara tajdid dimaknai sebagai upaya pembaruan pemikiran dan praktik ajaran Islam agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
2. Gerakan Perempuan Berkemajuan
Konsep kedua, Harakah al-Mar’ah al-Taqaddumiyyah, menekankan pentingnya peran aktif perempuan dalam memajukan bangsa dan mencerahkan semesta.
Noordjannah menjelaskan, perempuan berkemajuan memiliki sepuluh komitmen utama: penguasaan IPTEK, pelestarian lingkungan, penguatan keluarga sakinah, pemberdayaan masyarakat, filantropi berkemajuan, menjadi aktor perdamaian, partisipasi publik, kemandirian ekonomi, peran kebangsaan, serta kemanusiaan universal.
3. Gerakan Amal
Karakter ketiga, Ḥarakah al-‘Amal, berfokus pada praksis sosial dan amal usaha.
“Gerakan amal berangkat dari pentingnya pelembagaan amal saleh yang bertujuan mengatasi problem-problem kehidupan, seperti lembaga kedermawanan, kesejahteraan, pemberdayaan, pendidikan, dan kesehatan,” jelasnya.
Melalui kelembagaan tersebut, amal saleh tidak lagi dilakukan secara individual, melainkan sebagai gerakan sosial yang terorganisasi.
4. Gerakan Kebangsaan dan Kemanusiaan Universal
Karakter keempat, Ḥarakah al-Wathaniyyah wa al-Insāniyyah, menegaskan peran aktif ‘Aisyiyah dalam kehidupan kebangsaan serta solidaritas kemanusiaan global.
“Selain itu, juga memperkuat komitmen pada nilai keadilan, kemaslahatan, dan solidaritas kemanusiaan global. ‘Aisyiyah dapat berperan sebagai pemersatu bangsa di tengah perbedaan dan keragaman,” tandas Noordjannah.
Dengan empat karakter tersebut, ‘Aisyiyah menegaskan jati dirinya sebagai gerakan perempuan Islam yang berkemajuan, berperan aktif dalam pembangunan bangsa, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan universal.