Suarakan Perdamaian Bangsa, Nasyiatul Aisyiyah Gelar Doa Bersama Rawat Ibu Pertiwi
TVMU.TV - Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) menggelar acara Doa Bersama bertajuk “Rawat Ibu Pertiwi” pada Senin (1/9) secara daring.
Turut dihadiri oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah Salmah Orbayinah, Ketua Umum PPNA Ariati Dina Puspitasari, dan jajaran seluruh jajaran PP 'Aisyiyah dan PPNA.
Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga aspirasi rakyat tetap disampaikan dalam koridor damai.
“Kondisi tanah air kita hampir diseluruh daerah tidak baik-baik saja. Kami mengucapkan duka bagi korban yang meninggal maupun terluka. Demonstrasi memang merupakan bagian dari demokrasi, namun harus dilakukan secara damai melalui dialog dan musyawarah sebagaimana arahan PP Muhammadiyah,” ujarnya.
Salmah menilai, aksi anarkis yang ada di tengah demonstrasi memberikan dampak berat bagi wanita dan anak-anak. Ia menilai peran penting keluarga untuk melakukan pengawasan dalam aksi yang berujung kekerasan perlu diperketat.
Selain itu, literasi media juga harus semakin ditingkatkan mengingat tidak semua informasi dapat dipercaya. Kemudian, generasi muda perlu untuk terus didampingi agar tak mudah terprovokasi.
“Perlu adanya pengawasan pada saudara-saudara kita, anak-anak kita, agar tidak terlibat dalam aksi yang berujung pada anarkisme. Literasi media perlu diperkuat karena tidak semua informasi disampaikan secara benar dan perlu adanya bimbingan khusus pada generasi muda agar tidak terjebak dalam arus provokasi,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum PPNA Ariati Dina Puspitasari menyampaikan keprihatinannya dan harapannya agar aspirasi rakyat dapat didengar secara adil dan meminimalisir adanya kekerasan, penjarahan, dan perusakan fasilitas umum (fasum).
“Mudah-mudahan ini menjadi yang terakhir. Aspirasi rakyat harus melahirkan keadilan, bukan kekerasan, penjarahan, atau perusakan fasilitas umum. Dalam agamapun bahkan dijelaskan bahwa kita memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi, namun juga melarang dalam melakukan perusakan,” ucap Ariati.
Selain itu, Ariati juga menegaskan bahwa merawat negeri merupakan tanggung jawab setiap anak bangsa.
“Kekerasan tidak akan pernah melahirkan keadilan, justru ini memperpanjang luka. Merawat negeri adalah tanggung jawab setiap anak bangsa, khususnya perempuan sebagai ibu generasi mendatang,” tambah Ariati.