Abdul Mu’ti Ajak Umat Perkuat Tradisi Sedekah Ramadan yang Lebih Bermanfaat

Abdul Mu’ti Ajak Umat Perkuat Tradisi Sedekah Ramadan yang Lebih Bermanfaat
Mendikdasmen, Abdul Mu’ti dalam program Jendela Ramadan dengan tema ‘Tradisi Sedekah di Bulan Ramadan’ di tvMu, Ahad (1/3).

TVMU.TV - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti mengajak umat Islam memperkuat tradisi sedekah di bulan Ramadan dengan cara yang lebih bermanfaat dan berdampak jangka panjang. Hal tersebut disampaikannya dalam program Jendela Ramadan di tvMu, Ahad (1/3).

Dalam pembukaan ceramahnya, Abdul Mu’ti menyampaikan salam serta harapan agar umat Islam tetap istiqamah menjalankan ibadah puasa Ramadan.

“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi haqqul hamdih, wa sholatu wassalamu’ala rosulih, wa’ala alihi wa sahbih amma ba’d. Pemirsa jendela Ramadan, semoga semuanya dalam keadaan sehat wal afiat dan tetap istiqomah menunaikan ibadah puasa Ramadan.”

Ia menjelaskan bahwa tradisi bersedekah yang kuat di bulan Ramadan tidak lepas dari teladan Nabi Muhammad SAW yang dikenal sebagai pribadi paling dermawan, terutama ketika memasuki bulan suci.

“Rasulullah Muhammad itu adalah manusia yang paling dermawan dan kedermawanan Rasulullah itu semakin meningkat di bulan Ramadan. Inilah yang menjadi referensi mengapa banyak umat Islam itu bersedekah di bulan Ramadan," ujarnya.

Selain meneladani Rasulullah, lanjutnya, semangat bersedekah juga dipengaruhi oleh berbagai hadis yang menjelaskan keutamaan memberi makan kepada orang yang berpuasa.

“Ada hadith nabi yang menyebutkan bahwa kalau orang itu memberi makan bagi orang yang berpuasa maka pahalanya sama dengan mereka yang berpuasa. Walaupun ini tidak boleh menjadi alasan kalau gitu enggak usah puasa saja memberi makan saya kira sudah cukup dengan ibadah puasa itu," jelasnya.

Menurut Abdul Mu’ti, pemahaman yang tepat dari hadis tersebut adalah dorongan untuk memperbanyak sedekah, khususnya kepada mereka yang sedang menjalankan ibadah puasa.

“Pemahamannya adalah bahwa kita ini harus memperbanyak sedekah terutama kepada mereka yang berpuasa," kata Mu'ti.

Mu'ti juga menyoroti berbagai tradisi sedekah yang berkembang di Indonesia selama Ramadan, seperti santunan kepada kaum dhuafa, anak yatim, dan kelompok masyarakat yang membutuhkan.

“Karena itu kemudian di Indonesia ini ada banyak sekali tradisi yang berkaitan dengan sedekah di bulan Ramadan. Misalnya ada banyak sekali kegiatan santunan berbagai bentuk santunan sebagian besarnya adalah santunan untuk kaum tuafak orang-orang miskin anak-anak yatim dan kaum yang lemah yang lainnya," ungkapnya.

Namun demikian, ia mengingatkan agar sedekah tidak menimbulkan pemborosan. Menurutnya, pemberian makanan dalam jumlah besar sering kali berujung pada makanan terbuang.

“Sebagiannya berupa makanan siap saji tapi seringkali yang seperti ini banyak yang terbuang mubadir karena semua memberikannya berupa makanan. Kadang-kadang acara berbuka puasa bersama juga begitu makanannya berlebih sehingga seringkali terbuang," jelasnya.

Karena itu, ia mengajak masyarakat melakukan refleksi terhadap bentuk sedekah yang diberikan agar lebih tepat sasaran dan bermanfaat bagi penerima.

“Bersedekah tentu baik, berderma tentu baik tapi kita hendaknya senata-senata berusaha agar sedekah itu tidak menjadi sesuatu yang mubadir," sebutnya.

Selain itu, Mu'ti juga menegaskan bahwa Al-Qur’an telah memperingatkan bahaya perilaku boros.

“Karena Koran menyebutkan Innal mubadirina kanu ikhwanasyayatin. Mubadir itu adalah perilaku yang menunjukkan dia adalah temannya setan. Padahal setan harus dibelenggu di bulan Ramadhan," terangnya.

Lebih lanjut, Abdul Mu’ti mendorong umat Islam untuk mempertimbangkan bentuk sedekah yang memiliki dampak jangka panjang, seperti pendidikan dan pemberdayaan.

“Disinilah saya kira pentingnya sedekah dalam bentuk-bentuk yang bersifat investasi yang memiliki dampak jangka panjang misalnya biasiswa kita serahkan di bulan Ramadhan, biasiswa kita berikan dalam kegiatan-kegiatan santunan mungkin itu lebih bermanfaat atau kita memberikan insentif bagi guru agar mereka lebih semangat mengajar," tuturnya.

Menurutnya, pendekatan sedekah yang berorientasi pada keberlanjutan akan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Sehingga nilai manfaat dari sedekah kita itu menjadi lebih besar.”

Ia pun menutup ceramahnya dengan harapan agar tradisi sedekah di bulan Ramadan semakin memberikan dampak positif bagi umat.