Abdul Mu’ti: Salat dan Sabar Jadi Kunci Sukses, Latih Disiplin dan Komitmen Diri
TVMU.TV - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti menegaskan bahwa salat dan sabar merupakan kunci keberhasilan hidup sekaligus ciri utama manusia bertakwa. Keduanya, menurut dia, memiliki keterkaitan erat dengan ibadah puasa dalam membentuk disiplin dan komitmen diri.
Hal itu disampaikan Abdul Mu’ti dalam program Jendela Ramadan bertema “Salat dan Sabar” yang disiarkan di tvMu, Kamis (26/2).
“Menyambung episode sebelumnya kaitan antara puasa, sabar, sekarang kita kaitkan dengan sholat. Cara ciri manusia yang bertakwa adalah mereka yang senantiasa menunaikan sholat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam Al-Qur’an, sabar kerap disebut beriringan dengan salat sebagai sumber pertolongan dan kekuatan spiritual.
“Allah berfirman di dalam Al-Quran, Minta tolonglah kamu dengan sabar dan sholat, dan sungguh yang demikian itu sangat berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk di dalam sholatnya. Alladhina yadununa annahu mula qurabihim wa annahu milaihi roji’un,” tuturnya.
Menurut Abdul Mu’ti, orang yang khusyuk dalam salat adalah mereka yang sadar sedang berhadapan dengan Allah dan suatu saat akan kembali kepada-Nya. Kesadaran inilah yang membentuk integritas batin.
Ia kemudian mengaitkan hal tersebut dengan ibadah puasa yang bersifat personal dan tidak selalu diketahui orang lain.
“Kalau kita berpuasa, kita melaksanakan sesuatu yang hanya kita dan Allah saja yang tahu. Hadis Nabi menyebutkan, Puasa itu untuk aku, maksudnya untuk Allah, dan hanya Allah saja yang maha kuasa memberikan balasan dari orang yang berpuasa itu,” ujarnya.
Abdul Mu’ti menilai, esensi puasa bukan hanya pada pahala, tetapi pada pembentukan disiplin diri dan komitmen internal.
“Puasa itu soal disiplin diri, puasa itu soal bagaimana kita melaksanakan sesuatu karena faktor-faktor internal yang sebelumnya kita sebut karena iman kita, bukan karena faktor-faktor eksternal,” katanya.
Ia menjelaskan, meskipun durasi salat relatif singkat dalam sehari, dampaknya sangat besar terhadap pembentukan karakter.
“Sholat itu ibadah yang secara durasi, secara waktu singkat. Tetapi pengaruh dari sesuatu yang singkat, yang rutin dikerjakan itu sangat besar terhadap sikap mental kita dan kepribadian kita,” jelasnya.
Menurutnya, integritas seseorang diuji dalam ibadah yang tidak selalu terlihat oleh orang lain.
“Kita bisa saja mengatakan kepada sejawat, saya hari ini puasa, tapi sesungguhnya barangkali tidak berpuasa gitu, dan orang tidak tahu, tapi Allah tahu,” ujarnya.
Abdul Mu’ti menegaskan bahwa Al-Qur’an juga mengajarkan pentingnya menanamkan nilai sabar dan salat sejak dini, sebagaimana nasihat Luqman kepada anaknya.
“Luqman menasihati anaknya untuk senantiasa melaksanakan sholat dan bersabar atas segala musibah yang terjadi dan itu adalah perkara yang harus kita bulatkan, kita tanamkan dengan penuh kesungguhan, karena melaksanakannya tidak mudah,” tuturnya.
Ia menambahkan, kesabaran memberikan kekuatan moral, mental, dan intelektual dalam menghadapi kesulitan hidup.
“Pada saat kita sedang ada kesulitan, dengan sabar insya Allah ada jalan keluar dan kesabaran itu memberikan kepada kita stamina moral, stamina mental dan intelektual untuk mencapai sesuatu dengan motivasi dan semangat yang tinggi,” pungkasnya.