Abdul Mu’ti Ajak Umat Islam Perbanyak Tadarus Al-Qur’an Selama Ramadan

Abdul Mu’ti Ajak Umat Islam Perbanyak Tadarus Al-Qur’an Selama Ramadan
Mendikdasmen, Abdul Mu’ti dalam program Jendela Ramadan bertema Tadarus Quran yang disiarkan tvMu, Ahad (8/3).

TVMU.TV - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti mengajak umat Islam untuk memperbanyak tadarus Al-Qur’an selama bulan Ramadan. Menurutnya, tradisi membaca Al-Qur’an tidak hanya menjadi bagian dari ibadah, tetapi juga sarana memperdalam pemahaman dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Hal tersebut disampaikan Abdul Mu’ti dalam program Jendela Ramadan bertema Tadarus Quran yang disiarkan tvMu, Ahad (8/3).

Ia menjelaskan bahwa tadarus Al-Qur’an merupakan tradisi yang telah berkembang di berbagai daerah di Indonesia. Di beberapa wilayah, kegiatan tersebut bahkan memiliki istilah lokal.

“Tadarus Al-Quran itu dalam beberapa daerah itu disebut dengan Darusan. Kalau di tempat saya namanya Darusan,” ujarnya.

Menurut Abdul Mu’ti, secara bahasa kata tadarus berasal dari bahasa Arab yang berarti mempelajari atau mengkaji sesuatu dengan sungguh-sungguh.

“Yang Tadarus itu dari bahasa Arab yang artinya Darusa itu artinya mempelajari sesuatu, mengkaji sesuatu dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa tadarus dapat dilakukan secara individu maupun bersama-sama. Tradisi membaca Al-Qur’an secara kolektif kerap dilakukan di masjid, musala, atau lingkungan masyarakat selama Ramadan.

“Nah tradisi Tadarus Al-Quran itu bisa jadi berasal dari pengamalan secara kultural hadis-hadis yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad itu setiap malam di bulan Ramadan itu senantiasa Tadarus dengan Jibril alaih salam,” jelasnya.

Dalam tradisi tersebut, Nabi Muhammad SAW dan Malaikat Jibril saling membacakan serta mendengarkan ayat-ayat Al-Qur’an. Praktik itu kemudian menginspirasi umat Islam untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an selama Ramadan.

Ia juga menyebut sebagian umat Islam membuat target tertentu dalam membaca Al-Qur’an, misalnya satu juz per hari hingga khatam dalam sebulan.

“Nah sebagian ada yang membuat target misalnya one day one juz, satu hari satu juz,” ujarnya.

Meski demikian, Abdul Mu’ti mengingatkan bahwa tujuan utama tadarus bukan sekadar mengejar target jumlah bacaan.

“Sehingga Tadarus itu bukanlah kita membaca Al-Quran dengan cepat-cepatan,” katanya.

Menurutnya, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam tadarus Al-Qur’an. Pertama, membaca Al-Qur’an sebagai bagian dari ibadah kepada Allah SWT.

“Yang pertama kita membaca Al-Quran sebagai bagian dari kita beribadah,” ujarnya.

Kedua, membaca Al-Qur’an dengan tartil atau perlahan agar makna ayat dapat dihayati.

“Kita membaca Al-Quran itu dengan bacaan yang tartil,” jelasnya.

Selain itu, umat Islam juga dianjurkan untuk berusaha memahami makna ayat yang dibaca serta menjadikannya sebagai bahan refleksi dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita berusaha untuk bagaimana bisa memahami apa yang kita baca,” katanya.

Ia menambahkan bahwa membaca Al-Qur’an juga memberikan ketenangan batin karena termasuk bentuk zikir kepada Allah SWT.

“Kita mendapatkan ketenangan jiwa karena membaca Al-Quran itu merupakan zikir,” ujarnya.

Di akhir penjelasannya, Abdul Mu’ti mengajak umat Islam untuk meluangkan waktu membaca Al-Qur’an selama Ramadan, baik secara pribadi maupun bersama-sama di lingkungan masyarakat.

“Karena itu maka mari kita biasakan selama bulan Ramadan ini untuk Tadarus Al-Quran,” kata Abdul Mu’ti.