Abdul Mu’ti Ajak Perkuat Silaturahmi demi Kelapangan Rezeki dan Kesehatan
TVMU.TV - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti mengajak masyarakat untuk memperkuat silaturahmi sebagai bagian penting dari ajaran Islam, terutama menjelang akhir bulan Ramadan. Pesan tersebut disampaikannya dalam program Jendela Ramadan bertajuk 'Silaturahmi' di tvMu, Sabtu (14/3).
Dalam pemaparannya, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa silaturahmi bukan sekadar tradisi sosial, tetapi memiliki makna mendalam dalam ajaran agama.
“Nah silaturahim itu adalah salah satu ajaran Islam yang sangat dianjurkan oleh Nabi,” ujarnya.
Ia juga mengutip hadis Nabi yang menekankan keutamaan menjaga hubungan antarsesama.
“Barang siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, hendaknya mereka menyambung silaturahim,” jelasnya.
Menurutnya, silaturahmi memiliki makna menyambung hubungan yang terputus sekaligus memperbaiki hubungan yang sempat renggang. Selain itu, silaturahmi juga berakar dari nilai kasih sayang yang menjadi inti ajaran Islam.
Lebih lanjut, Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa praktik silaturahmi harus dilandasi oleh sikap saling menyayangi dan keinginan untuk memberikan yang terbaik dalam setiap interaksi.
“Nah menyambung silaturahim itu tentu saja harus dilandasi oleh pertama prinsip kita ini saling menyayangi,” katanya.
Ia menambahkan, membangun jejaring pertemanan dan relasi juga menjadi bagian penting dari silaturahmi. Semakin luas jaringan sosial seseorang, semakin besar peluang untuk mendapatkan keberkahan dalam hidup.
“Semakin banyak sahabat semakin banyak relasi tentu rizki kita akan semakin lapang,” ungkapnya.
Tak hanya berdampak secara spiritual dan sosial, silaturahmi juga terbukti memberikan manfaat bagi kesehatan. Abdul Mu’ti mengutip hasil penelitian yang menunjukkan bahwa orang yang rutin berinteraksi dengan sahabat cenderung lebih bahagia dan sehat.
“Orang yang sering bertemu secara rutin dengan orang-orang yang dicintai dengan sahabat dengan kawan itu memiliki tingkat kebahagiaan dan tingkat kesehatan yang lebih tinggi dibanding orang yang menyendiri,” jelasnya.
Ia pun mengajak masyarakat menjadikan momentum Ramadan untuk mempererat hubungan dengan keluarga, sahabat, dan lingkungan sekitar.
“Karena itu maka kalau orang itu bahagia secara teoritik menurut ilmu kesehatan dia akan punya harapan hidup yang lebih tinggi dibanding orang yang hidupnya susah hidupnya tidak bahagia,” pungkasnya.