Din Syamsuddin: Ulama Harus Kuasai Agama dan Teknologi

Din Syamsuddin: Ulama Harus Kuasai Agama dan Teknologi
Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2005-2010 dan 2010-2015, Din Syamsuddin dalam Studium Generale Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) dengan tema “Ulama dan Kewirausahaan” di Sleman, Kamis (22/1). Foto: muhammadiyah.or.id.

TVMU.TV - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah periode 2005-2010 dan 2010-2015, Din Syamsuddin, menekankan bahwa kebangkitan Indonesia dan Persyarikatan memerlukan ulama yang menguasai ilmu agama sekaligus teknologi.

Pernyataan ini disampaikannya sebagai pembicara kunci dalam Studium Generale Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) dengan tema “Ulama dan Kewirausahaan”, Kamis (22/1), di Sleman.

“Jika Indonesia dan Persyarikatan ingin bangkit, maka salah satu kuncinya penguasaan dan pemahaman tentang ilmu pengetahuan agama dan teknologi. Ulama harus tegas dalam prinsip, luas dalam pengetahuan, dan luwes dalam perbuatan,” tegas Din Syamsuddin di hadapan para thalabah/tholibat PUTM.

Ia membongkar stigma sempit tentang ulama yang hanya dianggap ahli ilmu agama. Merujuk Q.S. Fathir: 28, Din menyatakan ulama juga harus mendalami ilmu kauniyyah (sains dan ilmu umum) seperti sosiologi, ekonomi, dan biologi, dengan tetap berlandaskan pemahaman ayat-ayat qauliyyah (agama).

Lebih jauh, Din Syamsuddin mendefinisikan peran ulama kontemporer yang tidak hanya sebagai pewaris dan pelopor, tetapi juga sebagai pencerah atau sirajan munira.

“Ulama harus menjadi pencerah atau sirajan munira, yang selalu mengajak kepada Allah atau dai yang menyampaikan dengan cara tabsyir dan tandzir tanpa melupakan peran sebagai syahid atau umat pembukti sesuai dengan Q.S. Al-Ahzab: 45-46,” paparnya.