Hadapi Era Digital, Muhammadiyah Gelar Lokakarya Fotografi Jurnalistik

Hadapi Era Digital, Muhammadiyah Gelar Lokakarya Fotografi Jurnalistik
Biro Komunikasi dan Pelayanan Umum (BKPU) PP Muhammadiyah bekerja sama dengan Kemendikdasmen RAMAH dan Article 33 menyelenggarakan Lokakarya Fotografi Jurnalistik di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (28/10). Foto: tvMu.

TVMU.TV - Biro Komunikasi dan Pelayanan Umum (BKPU) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RAMAH dan Article 33 menyelenggarakan Lokakarya Fotografi Jurnalistik di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (28/10).

Kegiatan yang diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai ormas ini bertujuan meningkatkan kapasitas jurnalis dalam menghadapi tantangan era digital.

Sekretaris PP Muhammadiyah selaku Izzul Muslimin dalam sambutannya menekankan pentingnya etika di tengah kemajuan teknologi.

"Saat ini mungkin jadi persoalan adalah etika, dengan adanya teknologi AI semakin membuat segala sesuatu yang tidak dikerjakan, menjadi seolah-olah terjadi," ujarnya.

Izzul yang berlatar belakang ilmu komunikasi ini menyayangkan berbagai gejolak dan isu yang muncul di ruang publik akibat ketidakmampuan menyaring informasi dari kecerdasan buatan.

Ia mengajak peserta untuk memanfaatkan forum ini sebaik-baiknya untuk saling belajar dan bertukar pikiran.

Sementara itu, Edy Kuscahyanto selaku Ketua BKPU PP Muhammadiyah, menyampaikan bahwa acara ini diikuti perwakilan dari lebih 70 media terafiliasi ormas.

Mengutip adagium klasik, Edy mengatakan: "1 foto dapat memiliki 1.000 makna." Terlebih dengan bantuan kecerdasan buatan saat ini, produksi dan pemaknaan foto dapat dengan mudah dibuat dalam jumlah melimpah.

Lokakarya yang digelar di Gedung At Tanwir Lt. 6 PP Muhammadiyah ini menghadirkan dua pemateri kompeten: Iwan Setiawan (Jurnalis Foto Senior Harian Kompas) dan Abdul Malik (Fotografer dan Praktisi Digital).

Melalui pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat menguasai teknik fotografi jurnalistik yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mematuhi prinsip-prinsip jurnalistik dan etika.