Haedar Nashir Ajak Bangun Indonesia dengan Nilai Ketuhanan dan Kebersamaan

Haedar Nashir Ajak Bangun Indonesia dengan Nilai Ketuhanan dan Kebersamaan
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir/ Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan bahwa pembangunan bangsa tidak boleh dilakukan secara serampangan atau sekadar mengejar keberhasilan tanpa landasan nilai. Menurutnya, setiap ikhtiar pembangunan harus dilandasi niat mencari rida Allah SWT dan diarahkan untuk memajukan kehidupan bangsa.

Pernyataan tersebut disampaikan Haedar saat memberikan tausiyah di Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Selasa (24/2/2026).

“Kita membangun bangsa dan negara ini secara bersama-sama. Tapi bukan membangun bukan asal membangun. Berhasil bukan asal berhasil,” kata Haedar.

Ia menekankan bahwa membangun Indonesia harus dilakukan secara benar, patut, serta dilandasi semangat kebersamaan di tengah keragaman kepentingan, golongan, dan daerah.

“Spiritnya dengan keragaman kepentingan, keragaman golongan, daerah, kalau kita bersama, Indonesia sukses, Indonesia jaya, Indonesia Emas akan bisa kita raih,” imbuhnya.

Namun, Haedar mengingatkan bahwa perpecahan dan sikap saling menegasikan hanya akan melemahkan kehidupan sosial, politik, dan ekonomi bangsa.

“Tapi kalau bercerai berai, satu sama lain saling menegasikan, satu sama lain ingin bertanding dan yang menang the winner take all – ingin menghabiskan semuanya, yang kalah dipecundangi, saya yakin kehidupan sosial, politik, ekonomi yang seperti itu tidak akan langgeng,” katanya.

Menurut Haedar, Muhammadiyah mendorong nilai-nilai ketuhanan yang fungsional bagi kemanusiaan sebagai fondasi dalam membangun peradaban. Nilai tersebut harus tercermin dalam sikap kasih sayang dan kepedulian sosial.

Ia mencontohkan sifat Ar-Rahman dan Ar-Rahim sebagai karakter ilahiah yang perlu diimplementasikan manusia sebagai khalifah di muka bumi. Prinsip kasih dan sayang, ujarnya, semestinya menjadi jalan hidup umat Islam dalam menjalankan tanggung jawab sosial.

Selain itu, Haedar mengajak umat Islam menguatkan sikap tasamuh atau tenggang rasa di tengah masyarakat majemuk. Kesadaran hidup yang toleran dinilai penting untuk menjaga harmoni dan menciptakan perdamaian.

“Mari kita gelorakan hidup yang bernilai, bermakna, bermaslahat, dan saling membutuhkan satu sama lain. Itu spirit Muhammadiyah,” tutup Haedar.

Pernyataan tersebut menegaskan komitmen Muhammadiyah dalam mendorong pembangunan nasional yang berlandaskan nilai keagamaan, kebersamaan, dan keadaban demi mewujudkan Indonesia yang maju dan berkeadilan.