Haedar Nashir Buka Pengkajian Ramadan 1447 H di UMT, Tegaskan Kodifikasi Teologi Muhammadiyah
TVMU.TV - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, resmi membuka Pengkajian Ramadan 1447 Hijriah di Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Senin (24/2/2026). Agenda ini diarahkan untuk memperkuat sekaligus mengkodifikasi landasan teologis dan filosofis gerakan Muhammadiyah dalam menjawab tantangan zaman.
Dalam sambutannya, Haedar menjelaskan bahwa Pengkajian Ramadan tahun ini menjadi momentum memperjelas fondasi ideologis Muhammadiyah, khususnya terkait konsep tauhid murni yang menjadi ruh Persyarikatan.
Ia menyebut istilah tauhid murni dipilih dalam dokumen resmi Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Warga Muhammadiyah (MKCH) serta Kitabul Iman yang disusun Majelis Tarjih dan Tajdid.
“Tapi penjelasannya sebatas itu – tapi akidah murni itu bersih dari Takhayul, Bid’ah dan Churafat yang di lingkungan Muhammadiyah dikenal dengan TBC,” katanya.
Haedar menambahkan, pada masa awal Muhammadiyah, jika merujuk pada tulisan-tulisan santri Kiai Ahmad Dahlan, konsep TBC belum dikenal secara terminologis. Meski demikian, Kiai Dahlan telah melakukan kritik terhadap praktik-praktik keagamaan yang dinilai menyimpang, termasuk tradisi meminta-minta kepada ahli kubur.
Pengkajian Ramadan ini, lanjut Haedar, menjadi upaya sistematis untuk merumuskan kembali pemahaman tauhid dalam kerangka pembaruan yang kontekstual dan berkemajuan.
Sementara itu, Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PP Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan, berharap forum tersebut melahirkan langkah strategis untuk memperluas dan memperdalam pemahaman akidah berkemajuan di kalangan kader.
“Majelis kader mengemban tugas untuk itu (mendesiminasi) paham dan pikiran resmi Muhammadiyah,” ungkapnya.
Bachtiar mengakui, masih terdapat kader di akar rumput yang menghadapi kesulitan dalam memposisikan ideologi Muhammadiyah ketika berhadapan dengan berbagai persoalan sosial dan konteks lokal. Karena itu, agenda pengkajian ideologi dinilai perlu diperluas dan digelar lebih masif di berbagai wilayah.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Rektor UMT, Desri Arwen. Ia menyatakan kesiapan kampusnya menjadi ruang penguatan pemikiran dan ideologi Muhammadiyah.
“Terima kasih telah memilih kami sebagai tuan rumah, sekaligus ini sebagai bahan persiapan kami untuk menyambut agenda-agenda besar kampus,” ujarnya.
Pembukaan Pengkajian Ramadan 1447 H di UMT turut dihadiri sejumlah pimpinan PP Muhammadiyah, di antaranya Anwar Abbas, Muhadjir Effendy, Dadang Kahmad, Agung Danarto, dr. Agus Taufiqurrahman, Bendahara Umum Hilman Latief, serta Sekretaris PP Muhammadiyah Muhammad Sayuti dan Muhammad Izzul Muslimin.