Majelis Tabligh Ajak Kader Muhammadiyah Jadi Ulama Global dan Penuntut Ilmu Dunia

Majelis Tabligh Ajak Kader Muhammadiyah Jadi Ulama Global dan Penuntut Ilmu Dunia
Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Fathurrahman Kamal/ Foto: muhammadiyah.or.id.

TVMU.TV - Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Fathurrahman Kamal, mengingatkan pentingnya mencetak lebih banyak kader ulama dan mubalig di tengah pesatnya perkembangan umat Islam di dunia.

Seruan itu ia sampaikan dalam Kajian Ahad Pertama yang digelar di Masjid Al-Fallah, Kabupaten Tulungagung, Ahad (2/11).

Fathurrahman menilai, pertumbuhan jumlah pemeluk Islam yang terus meningkat harus diimbangi dengan kehadiran para pembimbing umat yang berilmu dan berwawasan luas. Ia menegaskan, para santri dan kader Muhammadiyah perlu memiliki semangat menuntut ilmu hingga ke berbagai belahan dunia.

“Jadi jangan cukup belajar di Indonesia. Dan bukan hanya studi Islam, kalian bisa mengambil ilmu pengetahuan selain studi Islam,” pesan Fathurrahman Kamal.

Ia menambahkan, rencana pendidikan bagi kader Muhammadiyah sebaiknya disusun sejak dini agar bisa melahirkan ulama yang tidak hanya paham agama, tetapi juga memahami ilmu pengetahuan modern. Namun demikian, semangat belajar tersebut harus tetap disertai dengan komitmen untuk mengabdi di Persyarikatan Muhammadiyah.

“Seperti pesan Umar bin Khattab, Islam tidak mungkin dapat ditegakkan kecuali dengan adanya suatu jemaah. Tapi jemaah di sini – jemaah yang bersatu padu di atas kebenaran,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Fathurrahman juga mengulas makna mendalam dari nama Muhammadiyah. Menurutnya, istilah tersebut bukan sekadar berarti pengikut Nabi Muhammad SAW, tetapi menandakan komitmen untuk mengikuti ajaran Rasulullah secara total dalam seluruh aspek kehidupan.

“Setiap tarikan dan hembusan nafas kehidupan kita selalu membawa misi ajaran baginda Rasulullah,” imbuhnya.

Fathurrahman kemudian menekankan pentingnya menjaga persatuan jemaah Muhammadiyahyang berlandaskan cinta karena Allah SWT. Ikatan spiritual semacam ini, katanya, akan memperkuat solidaritas umat dan menjadi bekal penting dalam kehidupan akhirat.

“Ikatan cinta karena Allah dapat membantu anak manusia dalam melewati hisab dengan baik. Sebab dari persaksian mereka, dapat meringankan timbangan keburukan anak manusia itu,” jelasnya.

Pesan dakwah ini menjadi penegasan kembali arah gerakan Muhammadiyah dalam membangun generasi ulama dan intelektual yang berilmu, berakhlak, serta berjiwa dakwah global—menjadikan Islam bukan hanya keyakinan, tetapi panduan hidup yang menyinari dunia.