Panitia Muktamar ke-49 Muhammadiyah Kunjungi Uhamka

Panitia Muktamar ke-49 Muhammadiyah Kunjungi Uhamka
Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Rektor UMSU, Prof. Dr. Agussani, MAP, bersama Ketua PWM Sumut, Prof. Dr. Hasyimsyah Nasution, MA, bersilaturahim ke Kampus Uhamka, Jakarta, Rabu (11/2/2026). Foto: UMSU.

TVMU.TV - Tikuk menuju November 2027 semakin kencang. Panitia Pelaksana Muktamar ke-49 Muhammadiyah dan 'Aisyiyah turun ke Jakarta, mengajak Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) turut menyemarakkan hajat besar lima tahunan yang akan digelar di Sumatera Utara (Sumut) itu.

Rombongan yang dipimpin Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Prof. Dr. Agussani, MAP, bersama Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumut, Prof. Dr. Hasyimsyah Nasution, MA, bersilaturahim ke Kampus Uhamka, Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Kehadiran mereka disambut langsung Rektor Uhamka Prof. Dr. Gunawan Suryoputro, M.Hum. dan Sekretaris Universitas Dr. Emaridial Ulza, S.E., M.A. .

Dalam pemaparannya, Prof. Agussani membawa kabar progres yang menggembirakan. Pembangunan dua venue utama di Kampus Terpadu UMSU, Deliserdang, terus dikebut.

"Untuk venue muktamar, pembangunan Auditorium Berkemajuan yang dimulai awal Desember 2025 saat ini telah mencapai 35,5 persen. Sementara pembangunan Sport Hall Walidah sudah mencapai 50 persen," ungkapnya .

Kedua gedung yang berdiri di atas lahan seluas 25 hektar di Desa Sampali, Deliserdang, itu akan menjadi pusat perhelatan. Auditorium Berkemajuan dirancang berkapasitas 7.000 orang untuk sidang Muhammadiyah, sedangkan Sport Hall Walidah berkapasitas 2.500 orang untuk arena Muktamar Aisyiyah .

Namun, kesuksesan muktamar tak hanya soal beton dan baja. Panitia juga menggencarkan sosialisasi ke berbagai wilayah di Pulau Jawa dan Indonesia timur, serta terus menjalin koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan.

Di tengah kemudahan teknologi yang memungkinkan segala sesuatu dilakukan secara daring, Ketua PWM Sumut, Prof. Hasyimsyah Nasution, menegaskan bahwa Muktamar Muhammadiyah tidak boleh kehilangan ruhnya.

"Di era teknologi yang serba mudah, muktamar memang bisa saja dibuat lebih sederhana. Namun, muktamar bukan hanya memilih pimpinan lima tahun ke depan. Ada misi dakwah besar di dalamnya," tegasnya.

Karena itu, ia secara khusus mengundang Uhamka untuk turut terlibat aktif. "Muktamar Muhammadiyah perlu disemarakan sebagai sarana dakwah," imbuhnya .

Rektor Uhamka, Prof. Gunawan Suryoputro, tak menyembunyikan kekagumannya. Di hadapan rombongan, ia menilai progres yang dipaparkan panitia jauh melampaui ekspektasi.

"Menurut saya persiapan panitia pelaksana muktamar cukup luar biasa. Apa yang sudah dilakukan, termasuk pembangunan auditorium dan sport hall, menunjukkan keseriusan sebagai tuan rumah. Ini tentu bukan pekerjaan mudah," katanya .

Lebih dari sekadar apresiasi, Prof. Gunawan berjanji turun tangan. Uhamka berkomitmen membantu menyemarakkan gebyar muktamar dengan menerjunkan sebanyak mungkin penggembira, serta mendukung publikasi dan sosialisasi persiapan kegiatan.

Muktamar ke-49 Muhammadiyah dan 'Aisyiyah yang akan digelar di Sumatera Utara pada November 2027 ini diprediksi dihadiri ratusan ribu bahkan jutaan warga persyarikatan dari seluruh Indonesia dan mancanegara. Bagi Sumatera Utara, ini menjadi momentum bersejarah .