PLN Siagakan Listrik di Asrama Haji Jakarta, Dukung Kelancaran Keberangkatan Jemaah Haji 2026

PLN Siagakan Listrik di Asrama Haji Jakarta, Dukung Kelancaran Keberangkatan Jemaah Haji 2026
Upaya PLN menjaga keandalan listrik dilakukan dengan pengecekan gardu distribusi di kawasan Asrama Haji Jakarta agar seluruh fasilitas beroperasi dengan aman selama masa persiapan haji. Foto: PLN UID Jakarta Raya.

TVMU.TV - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya menyiagakan pasokan listrik di Asrama Haji Jakarta untuk mendukung kelancaran proses keberangkatan jemaah haji 2026. Kesiapsiagaan ini dilakukan agar seluruh aktivitas jemaah dan petugas berjalan aman, nyaman, dan tanpa gangguan sejak tahap persiapan hingga pemberangkatan ke Tanah Suci.

Asrama Haji Jakarta menjadi salah satu titik embarkasi penting bagi jemaah haji Indonesia. Di lokasi ini, keandalan pasokan listrik dibutuhkan untuk menunjang berbagai layanan utama, mulai dari penerangan, pendingin ruangan, sistem informasi, layanan administrasi, hingga fasilitas kesehatan yang digunakan jemaah selama masa transit.

PLN menegaskan pengamanan kelistrikan difokuskan pada kesiapan sistem distribusi yang menyuplai kawasan Asrama Haji. Seluruh jaringan, gardu distribusi, dan perangkat pendukung dipastikan berada dalam kondisi siap operasi selama masa pelayanan haji berlangsung.

General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, mengatakan kesiapsiagaan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab PLN dalam mendukung agenda nasional penyelenggaraan ibadah haji.

“Asrama Haji menjadi fase awal perjalanan jemaah menuju Tanah Suci. Pasokan listrik yang aman membantu menciptakan suasana nyaman sehingga jemaah dapat mempersiapkan diri dengan baik sebelum keberangkatan,” kata Andy Adcha dalam keterangan tertulisnya, Jumat (8/5).

Menurut dia, keandalan pasokan listrik menjadi faktor penting untuk menjaga kelancaran seluruh proses pelayanan jemaah, termasuk kegiatan administrasi, layanan kesehatan, dan kebutuhan operasional lainnya.

“PLN menjaga pasokan listrik tetap stabil agar seluruh rangkaian kegiatan di Asrama Haji, mulai dari proses administrasi hingga layanan kesehatan, dapat berjalan lancar,” katanya.

Selain menyiagakan sistem kelistrikan, PLN juga menjalin koordinasi aktif dengan pengelola Asrama Haji Jakarta. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan operasional di lapangan dapat direspons secara cepat apabila terjadi perubahan selama masa pelayanan.

Di tingkat operasional, Manager PLN UP3 Kramat Jati, Eka Panji Saptaprasetya, menjelaskan bahwa pengamanan kelistrikan dilakukan melalui serangkaian langkah teknis yang terukur. Pemeriksaan menyeluruh dilakukan pada jaringan tegangan menengah dan rendah, gardu distribusi, serta pemantauan beban listrik secara berkala.

“Kami melakukan pemeriksaan menyeluruh pada jaringan tegangan menengah dan rendah, pengecekan gardu distribusi, serta pemantauan beban listrik secara berkala. Personel teknik kami siagakan 24 jam untuk memastikan sistem distribusi yang menyuplai Asrama Haji tetap andal selama masa operasional haji,” ujar Eka Panji.

Ia menambahkan, PLN UP3 Kramat Jati juga menyiapkan peralatan pendukung dan sistem cadangan, sekaligus melakukan pengamanan jaringan dari potensi gangguan lingkungan yang dapat memengaruhi stabilitas pasokan listrik.

Kesiapan pasokan listrik menjadi salah satu elemen penting dalam mendukung pelayanan jemaah haji. Dengan jumlah jemaah yang setiap tahun mencapai ribuan orang pada fase embarkasi, keandalan kelistrikan dinilai berperan besar dalam menjaga kenyamanan, keselamatan, dan kelancaran proses keberangkatan.

Melalui langkah ini, PLN menegaskan komitmennya untuk mendukung penyelenggaraan ibadah haji 2026 dengan menghadirkan layanan kelistrikan yang aman, stabil, dan andal bagi jemaah maupun petugas.