Salmah Orbayinah Sampaikan Dakwah Inklusif ‘Aisyiyah

Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah menyampaikan dakwah ‘Aisyiyah adalah dakwah yang konkrit.

Salmah Orbayinah Sampaikan Dakwah Inklusif ‘Aisyiyah
Ketua Umum PP 'Aisyiyah Salmah Orbayinah/ Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah menyampaikan dakwah ‘Aisyiyah adalah dakwah yang konkrit, bukan dakwah yang hanya bil lisan di mimbar, tetapi dakwah Aisyiyah adalah benar-benar dakwah yang menyasar pada sasaran yang tepat.

Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Pelatihan Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku dan Konsolidasi Program Inklusi ‘Aisyiyah, Rabu (28/12).

Lebih lanjut, Salmah mengatakan salah satu dakwah nyata ‘Aisyiyah dilakukan melalui berbagai kegiatan dari program Inklusi yang menurutnya merupakan bentuk dakwah pemberdayaan.

“Setiap manusia wajib berdakwah, wajib menyampaikan termasuk ‘Aisyiyah yang sudah mengokohkan dirinya menjadi organisasi dakwah karena ‘Aisyiyah bukan organisasi biasa tetapi organisasi gerakan yang diikuti amar ma’ruf nahi munkar,” jelasnya.

Kemudian, ia menjelaskan bahwa dalam ‘Aisyiyah, persoalan kemanusiaan, umat, dan bangsa pendekatannya adalah dakwah yaitu mengubah keadaan menjadi lebih baik atau istilahnya dakwah pencerahan.

Terkait gerakan dakwah, Salmah mengajak segenap pimpinan dan kader ‘Aisyiyah untuk memiliki dakwah minded.

“Jiwanya, pikirannya, tindakannya harus berorientasi pada dakwah. Dakwah itu menyampaikan tetapi ‘Aisyiyah dakwahnya selalu mengajak orang pada jalan Allah, mengajak pada jalan ma’ruf dan menjauhi hal yang munkar,” sebutnya.

Selain itu, Salmah mengatakan ada tiga konsep dalam dakwah pencerahan. Pertama, membebaskan mustadh’afin. Kedua, memberdayakan secara sosial ekonomi. Ketiga, memajukan peradaban.

Ia menerangkan, contoh dakwah ‘Aisyiyah salah satunya adalah Rumah Gizi ‘Aisyiyah. Menurutnya, dalam konsep Rumah Gizi ini ‘Aisyiyah mendorong peningkatan berbagai aspek untuk meningkatkan asupan gizi bagi keluarga dengan tujuan untuk mengurangi angka stunting.

Salmah juga bersyukur karena kerja-kerja dakwah ‘Aisyiyah dalam rangka upaya percepatan penurunan stunting sudah diakui oleh pemerintah dengan bentuk penghargaan dari BKKBN pada November lalu.

“Harapan melalui dakwah pencerahan yang dilakukan inklusi ini akan membentuk masyarakat yang didampingi menjadi masyarakat yang bekemajuan, berilmu pengetahuan, dan akhirnya menjadi masyarakat yang sejahtera lahir dan batin,” terangnya.