Hilman Latief Tegaskan Akidah Muhammadiyah Harus Operasional
TVMU.TV - Bendahara Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Hilman Latief, menegaskan bahwa konsep besar akidah dan visi Persyarikatan harus dapat dioperasionalkan dalam kehidupan nyata, termasuk pada aspek-aspek mikro seperti kesejahteraan kader dan jaminan hari tua.
Pernyataan tersebut disampaikan Hilman dalam Pengkajian Ramadan 1447 H PP Muhammadiyah yang digelar di Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Rabu (25/2/2026).
Menurut Hilman, ajaran Islam tidak boleh berhenti pada tataran normatif. Akidah harus memiliki implementasi konkret agar tidak terjadi jarak antara nilai agama dan realitas kehidupan umat, baik dalam konteks keumatan, kebangsaan, maupun kemanusiaan global.
“Sebab ada juga yang tampilannya religius. Kaya agamis. Tapi sebenarnya kedoknya lebih besar dari pada esensinya,” ungkap Hilman.
Ia menilai, narasi dan gagasan besar yang dirumuskan PP Muhammadiyah harus dapat dipahami dan diterapkan hingga ke tingkat akar rumput.
“Jadi keyakinan akidah, dan keyakinan visi besar ini yang bisa diterapkan di dunia ini. Sampai pada hal-hal yang kecil-kecil,” katanya.
Mengacu pada tema Milad ke-113 Muhammadiyah, “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”, Hilman menyebut bahwa konsep kesejahteraan bangsa harus dimulai dari kesejahteraan warga Muhammadiyah sendiri.
Guru Besar Filantropi Islam itu mencontohkan, salah satu indikator kesejahteraan adalah adanya jaminan hari tua bagi kader dan pimpinan Muhammadiyah. Menurutnya, isu tersebut masih terus diupayakan realisasinya oleh Persyarikatan.
Ia mengakui, sejumlah Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) telah mengambil langkah taktis dengan menghadirkan Dana Pensiun (Dapen) bagi karyawan dan pengelolanya. Namun, ia mendorong agar konsep jaminan hari tua diperkuat secara sistemik dan menyeluruh.
“Tapi saya ingin ada konsep yang kuat tentang jaminan hari tua bapak-bapak yang jadi pimpinan ini. Pimpinan Daerah, Cabang, Ranting, AUM, di SD dan seterusnya,” katanya.
Selain penguatan sistem internal, PP Muhammadiyah juga menjajaki kolaborasi dengan pemerintah, sektor swasta, serta perbankan untuk menyediakan akses perumahan bagi kader, pimpinan, guru, dan warga Muhammadiyah yang membutuhkan.
Hilman menekankan bahwa penguatan kesejahteraan tersebut merupakan bagian dari implementasi nilai akidah yang berdampak nyata. Menurutnya, visi besar Persyarikatan tidak boleh berhenti pada wacana, tetapi harus menjelma dalam kebijakan dan program konkret yang dirasakan langsung oleh warga.