Salmah Orbayinah Soroti Peran Strategis 'Aisyiyah di Bidang Seni Budaya

Salmah Orbayinah Soroti Peran Strategis 'Aisyiyah di Bidang Seni Budaya
Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah dalam Puncak Acara Festival Seni Budaya ‘Aisyiyah (FeSiBA) 2026, Sabtu (10/1). Foto: Tangkap layar YouTube tvMu Channel.

TVMU.TV - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, menegaskan bahwa seni dan budaya adalah sarana strategis untuk memperkuat identitas perempuan yang berilmu, berakhlak, dan berkemajuan. Pernyataan ini disampaikan dalam Puncak Acara Festival Seni Budaya ‘Aisyiyah (FeSiBA) 2026, Sabtu (10/1).

Dalam sambutannya, Salmah menjelaskan bahwa seni dalam Islam tidak terpisahkan dari nilai-nilai keimanan. Ia mengutip hadits yang menyatakan bahwa Allah Maha Indah dan mencintai keindahan.

“Melalui seni budaya, Islam hadir sebagai rahmatan lil alamin, membawa kesejukan kedamaian dan juga kemuliaan akhlak,” ungkap Salmah.

Salmah menekankan peran penting perempuan dalam ruang gerak dakwah melalui seni dan budaya. “Kita semua meyakini bahwa perempuan memiliki peran strategis di dalam merawat budaya, membangun peradaban, dan juga menanamkan nilai Islam di dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Ia juga memuji penampilan para peserta perempuan yang mengenakan busana adat daerahnya masing-masing dengan cantik dan anggun. Menurutnya, hal ini merupakan implementasi dari ajaran Islam tentang berpakaian yang rapi dan indah (QS Al-A'raf: 31), sekaligus bentuk partisipasi dakwah yang tetap menjaga fitrah sebagai perempuan.

“Maka berpakaianlah yang indah dan cantik tanpa harus melupakan jati diri seorang perempuan,” pesan Salmah.

Di akhir sambutannya, Salmah menyampaikan apresiasi tinggi kepada Lembaga Budaya Seni dan Olahraga (LBSO) ‘Aisyiyah yang sukses menyelenggarakan FeSiBA.

Ia berharap festival ini dapat menjadi ruang ekspresi yang mendorong lahirnya lebih banyak perempuan beradab, berbudaya, dan berkarakter kuat sebagai wujud dakwah yang berkemajuan.

Dengan demikian, FeSiBA tidak hanya menjadi panggung pertunjukan, tetapi juga penegasan bahwa seni dan budaya adalah medium dakwah yang elegan dan efektif bagi perempuan ‘Aisyiyah untuk membangun peradaban.